Showing posts with label Penangkaran. Show all posts
Showing posts with label Penangkaran. Show all posts

Thursday, November 14, 2013

PROSES AWAL PENANGKARAN BURUNG GELATIK


Gelatik jawa adalah burung berkicau yang berasal dari suku Estrildidae sempat dianggap sebagai burung pengganggu bagi para petani karena memiliki populasi yang sangat banyak, terutama di Jawa dan Bali.

Lain dulu lain sekarang. Kini burung Gelatik Jawa cukup sulit ditemukan dan bisa dibilang sebagai burung yang langka. Dalam jangka panjang hal ini akan menyebabkan burung ini terancam punah di habitat aslinya. Penyebabnya adalah kerusakan alam atau tergesernya lahan hijau, penggunaan pestisida atau pupuk kimia pada pertanian, perubahan pergiliran tanaman padi, dan yang paling parah adalah penangkapan besar-besaran yang dilakukan oleh manusia yang dilakukan untuk orientasi bisnis.

Walaupun burung ini tadinya dibenci petani dan dikenal sebagai burung pengganggu, namun burung Gelatik Jawa kini telah menjadi salah satu burung idaman bagi penggemar burung. Ditambah burung ini memiliki harga yang cukup mahal, yaitu sekitar 600 ribu rupiah per ekor (tergantung jenisnya), sehingga hal ini semakin menambah daya tarik seseorang untuk menangkar burung Gelatik Jawa . 

Ciri Burung Gelatik Jawa biasanya dijadikan sebagai burung hias karena memiliki pola warna bulu yang sangat indah dan terlihat menarik. Ciri-ciri fisik antara burung Gelatik jantan dan betina hampir sama. 

Berikut ini adalah ciri-ciri dari burung Gelatik Jawa, yaitu : 
  • Memiliki ukuran tubuh yang kecil dan panjang tubuh sekitar 15 cm 
  • Memiliki warna bulu kepala yang berwarna hitam 
  • Memiliki pipi yang berwarna putih 
  • Memiliki paruh berukuran besar yang berwarna merah 
  • Memiliki kaki yang berwarna merah muda 
  • Pada lingkaran mata terdapat lingkaran yang berwarna merah 
  • Perut berwarna coklat kemerahan 
  • Burung Gelatik muda berwarna cokelat atau belum memiliki warna yang tegas seperti induknya 
  • Burung Gelatik dewasa berwarna abu-abu. 

Habitat Burung Gelatik lebih sering ditemukan di Pulau Jawa dan Bali. Burung ini biasanya hidup di sawah, hutan padang rumput, dan lahan budidaya. Walaupun burung ini merupakan burung endemik dari Indonesia, namun spesies ini kini dikenal sebagai burung hias di berbagai negara di seluruh dunia. 

Sifat Burung ini hidup dengan membuat kelompok yang terdiri dari 5 hingga 10 ekor burung sejenis dan mudah berpindah-pindah tempat. Makanan Makanan alami dari burung Gelatik Jawa adalah biji-bijian seperti beras atau padi, serangga dan buah. 

Reproduksi 
Ketika sudah memasuki musim kawin, sepasang burung Gelatik Jawa akan membuat sarang di lubang pohon atau mencari lubang di tebing-tebing. Burung ini cenderung menempati sarang yang ditinggal oleh burung lain. Dalam satu kali masa bertelur, burung Gelatik Jawa bisa bertelur sebanyak 3, 4 atau 6 butir telur yang berwarna putih. 

Setelah bertelur induk burung Gelatik Jawa jantan dan betina akan bergantian menjaga telur hingga menetas. Penangkaran burung Gelatik Jawa Pada dasarnya beternak burung Gelatk Jawa relatif lebih mudah bila dibandingkan dengan ternak jenis burung berkicau yang lain. 

Dari segi bisnis, keuntungan beternak burung ini sangat menggiurkan karena tidak memerlukan modal yang sangat besar dan biaya perawatannya pun bisa dibilang murah. Tidak jarang peternak kelas kecil atau menengah berhasil meraup keuntungan antara jutaan hingga puluhan juta rupiah. 

Kunci utama dari penangkaran burung Gelatik jawa tidak berbeda dengan penangkaran jenis burung berkicau yang lain, yaitu ketekunan. 

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa anda lakukan jika ingin menangkarkan burung Gelatik Jawa, diantaranya : 

• Kandang Budidaya 
1. Ukuran kandang yang ideal untuk sepasang burung Gelatik jawa adalah kandang yang berukuran 30 cm x 40 cm. 
2. Anda bisa menggunakan kerangka kayu atau besi sebagai bahan utama untuk membuat kandang, lalu tutup dengan kawat kasa yang berukuran 1 cm x 1 cm. 
3. Sebaiknya anda menggunakan kawat kasa agar kandang mendapatkan penyinaran yang baik dari matahari. Karena burung Gelatik sangat suka mandi maka sinar matahari yang masuk ke dalam kandang akan sangat berguna untuk penjemuran setelah burung selesai mandi.
4. Anda bisa menggunakan seng, genting, asbes dan tripleks sebagai atap kandang.
5. Jika anda tidak ingin membuat kandang sendiri, anda juga bisa membeli kandang yang sudah jadi. Biasanya kandang yang dijual sudah dilengkapi dengan sarang buatan di dalamnya. Harga kandang ini cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 350.000,- yang berisi 
6 kotak dan bisa menampung sekitar 5-10 ekor burung Gelatik Jawa.. 

Mempersiapkan Indukan 
Untuk memulai penangkaran burung Gelatik Jawa ada beberapa hal yang harus anda persiapkan dengan baik, salah satunya adalah pemilihan calon induk. Penentuan induk yang baik harus dilakukan berdasarkan pengetahuan mengenai tingkah laku, jenis kelamin,dan umur burung Gelatik Jawa. 

Jika ingin Penangkaran berjalan dengan sangat baik dan ingin mendapatkan indukan yang baik, maka anda juga harus mendapatkan burung Gelatik Jawa yang baik pula. Umumnya burung yang baik tersebut dapat diperoleh dari penangkar yang sudah sukses. 

Harus diketahui pula bahwa kesuburan, warna, dan hal lainnya yang bersifat genetis diturunkan dari induk ke anaknya sehingga dari induk yang baik akan dapat diperoleh anakan yang baik pula. Dari induk seperti ini kita sudah mendapatkan 50% keberhasilan. 

Sisanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya. 

• Ciri-Ciri Indukan Yang Baik 

1. Perangai lincah 
Burung Gelatik Jawa tidak boleh sering berdiam diri dan harus aktif bergerak ke sana kemari. Jika ada sesuatu yang mendekati sangkarnya otomatis burung ini akan terbang kelabakan. 

Yang dikhawatirkan dari burung yang diam adalah kemungkinan mengalami stres atau sedang sakit. Hal-hal seperti ini dapat berakibat fatal pada gagalnya usaha penangkaran yang sedang dilakukan. 

2. Bulu tertata rapi dan tidak mengkorok 
Bulu yang tertata rapi menunjukkan burung ini bersih dan tidak sedang mengalami stres. Burung Gelatik silver umumnya merawat bulu dan menatanya sesudah mandi. Apabila bulunya tampak mengkorok menandakan burung tersebut sedang menderita sakit. 

3. Dubur bersih 
Bagian dubur harus benar-benar diperhatikan dengan seksama. Bersih tidaknya bagian dubur menunjukkan kondisi kesehatan dari burung itu sendiri. Jangan pilih seekor burung dengan dubur yang tidak bersih dan di sekitarnya banyak kotoran. Hal ini menunjukkan bahwa burung tersebut menderita permasalahan dengan pencernakannya. Dapat saja burung terkena mencret atau infeksi pada usus atau lambungnya. Yang dikhawatirkan hal tersebut akan menurun pada anakannya. 

4. Paruh 
Pilihlah burung yang letak paruh antara bagian atas dengan bagian bawahnya simetris. Jangan sampai terpilih yang cacat, yaitu antara paruh atas dengan bawahnya tidak mengatup secara sempurna. Cacat seperti ini dapat terjadi akibat perkawinan yang sedarah. 

5. Lingkar mata 
Lingkar mata juga merupakan salah satu petunjuk untuk mengetahui kesehatan burung. Harus diperhatikan bahwa warna lingkar mata tersebut adalah merah terang bukan pucat. Warna pucat menunjukkan kondisi burung yang kurang fit. Burung yang baik biasanya memiliki lingkar mata yang membulat sempurna dengan ketebalan yang rata. Selain itu, lingkar matanya bersih dan halus, tidak terdapat lekukan-lekukan.

Selamat menangkarkan Gelatik!
Read more > PROSES AWAL PENANGKARAN BURUNG GELATIK

BURUNG GLATIK SILVER DAN PENANGKARANNYA


Burung Glatik Silver memang bukan burung asli yang ada di alam, karena merupakan hasil persilangan di antara keluarga burung "gelatik". Hasilnya memang cukup mengagumkan, karena menghasilkan burung hybrida yang cukup unggul dibandingkan dengan galur aslinya. Begitupula harganya, ternyata mencapai jutaan sepasang. Padahal kalau burung gelatik Jawa, hanya belasan ribu per ekornya. Pemeliharaannya mudah, pasarnya mudah, fisiknya juga indah.


Gelatik silver atau silver java memiliki dua macam variasi warna, yaitu light silver java dan dark silver java. Light silver java (sex linked gene) terjadi karena mutasi yang terkait dengan gen. Warna abu-abunya cenderung pudar atau mendekati warna putih. Sementara dark silver java (recesif gene) terjadi karena mutasi akibat faktor resesif dalam gen. Warna abu-abu yang berbentuk menjadi lebih gelap dan jelas.

Selain kedua macam variasi warna yang sudah dikenal luas tersebut, ternyata masih ada dua jenis mutasi warna yang baru saja dikenal, yaitu silver red dan silver yellow.

Silver red merupakan mutasi baru dari gelatik silver. Bulu pada bagian dadanya berwarna kemerah-merahan. Jenis ini relatif masih baru. Penggemar burung di Indonesia pun masih banyak yang belum mengenalnya.

Silver yellow juga merupakan mutasi baru dari gelatik silver. Bulu pada bagian dadanya berwarna kekuning-kuningan. Sama halnya dengan silver red, jenis silver yellow ini pun masih tergolong baru. Di Indonesia pun belum banyak orang yang mengenalnya. Silver yellow banyak terdapat di Rusia.

1. Penamaan gelatik silver
Sampai saat ini gelatik silver belum memiliki nama ilmiah tersendiri. Gelatik silver masih memakai nama ilmiah Loncura orysivora atau Padda orysivora. Nama genus Padda berasal dari kata paddy yang merupakan salah satu metode untuk pengembangan kultivar tanaman padi. Sementara nama spesies orysivora berasal dari kata Oryza, yaitu nama genus dari tanaman padi (Oryza sativa). Sehingga penamaan ini dapat berarti sebagai burung pemakan tanaman padi atau bulir padi. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama silver java. Penamaannya berpedoman pada warna hasil mutasi dari gelatik jawa. Warnanya abu-abu muda mendekati putih atau warna perak sehingga bisa disebut juga dengan berwarna silver (diambil dari bahasa Inggris).

2. Deskripsi
Gelatik silver termasuk salah satu gelatik yang muncul karena adanya mutasi warna yang terjadi dalam penangkaran gelatik jawa di luar negeri. Sama halnya dengan jenis gelatik lainnya, daya tarik gelatik silver juga terletak pada warna bulunya yang indah. Untuk mengenalnya lebih jauh sebaiknya mengetahui lebih dahulu ciri-ciri burung gelatik silver ini.

Bagian atas paruh hingga kepala bagian belakang berwarna abu-abu kehitaman.Warna abu-abu pada bagian ini terlihat paling gelap (abu-abu tua). Bulu di bagian samping kepala atau bagian pipi berwarna putih. Bagian dagu, dada, punggung, hingga ekor bagian atas berwarna abu-abu muda. Perut hingga bagian kloaka serta ekor bagian bawah berwarna putih. Sayap berwarna abu-abu muda, berangsur-angsur ke arah ujung memudar keputih-putihan. Mata berwarna hitam bening dengan lingkaran mata berwarna merah terang. Paruh berwarna merah cerah dengan bagian tepi berwarna putih kekuningan. Kaki berwarna merah muda dengan ruas-ruas yang berwarna putih. Warna merah pada bagian kaki lebih pucat dibandingkan dengan warna pada paruh. Kuku berwarna putih kekuningan senada dengan warna bagian tepi paruh.

Panjang tubuh gelatik silver dari kepala hingga ekor kurang lebih 12–15 cm. Ukuran panjang ini tergantung pada lingkungan dan baik atau tidaknya pakan yang diberikan kepada gelatik tersebut. Jika lingkungannya mendukung serta gelatik mendapatkan pakan yang baik, maka burung ini akan tumbuh dengan sempurna dan memiliki ukuran panjang tubuh yang optimal.

3. Trend warna

Orang Indonesia cenderung memiliki trend tersendiri dalam memelihara jenis burung. Trend tersebut dapat dilihat dari warna maupun dari suara. Tahun 2000 orang lebih menyukai trend warna perak. Warna tersebut dianggap warna milenium. Pengemar burung hias pun menyukai trend warna perak tersebut. Oleh karena itulah, banyak penggemar burung yang mulai melirik gelatik silver yang memiliki warna perak atau abu-abu muda ini untuk dipelihara.
Selain trend warna, gelatik silver dipercaya mempunyai kelebihan, yaitu dianggap sebagai burung pembawa keberuntungan. Dengan memelihara gelatik silver, diharapkan keberuntungan pemiliknya tidak hilang bahkan mungkin bertambah. Dalam hal ini memelihara gelatik sil ver dianggap sama halnya dengan memelihara ikan arwana yang dipercaya juga sebagai pembawa keberuntungan. Jika tidak memiliki arwana maka sebaiknya memelihara gelatik silver. Begitu kebanyakan pendapat beberapa pemilik gelatik silver.

MEMPERSIAPKAN CALON INDUK
Untuk memulai penangkaran, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan secara benar. Salah satunya adalah pemilihan calon induk. Agar penangkaran dapat berhasil dengan baik, maka penentuan induk sebagai F1 harus juga yang benar-benar terbaik. Dalam menentukan induk tersebut pengetahuan dasar tentang jenis kelamin, tingkah laku, dan umur burung akan sangat berperan. Jika dapat mendapatkan indukan yang bagus tentunya upaya penangkaran dapat berjalan dengan maksimal. Indukan yang baik tentunya berasal dari burung yang baik juga. Umumnya burung yang baik tersebut dapat diperoleh dari penangkar yang sudah sukses. Harus diketahui pula bahwa kesuburan, warna, dan hal lainnya yang bersifat genetis diturunkan dari induk ke anaknya sehingga dari induk yang baik akan dapat diperoleh anakan yang baik pula. Dari induk seperti ini kita sudah mendapatkan 50% keberhasilan. Sisanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya.Berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan agar pemilihan induk yang kita lakukan bisa tepat.

A. Mendapatkan calon induk
Gelatik silver adalah burung hasil mutasi dari penangkaran gelatik jawa yang berada di luar negeri. Oleh karena itu, untuk mendapatkan calon induk dari alam jelaslah suatu hal yang mustahil. Bila ada, kemungkinan besar adalah gelatik silver yang terbang dari sangkar atau kandangnya.

Untuk mendapatkan calon induk dapat membelinya di penangkar dan pasar burung. Dari dua tempat ini masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri. Tergantung akan memilih yang mana dan siap dengan risiko yang akan diterima.

1. Didapat dari pasar burung

Mendapatkan gelatik silver di pasar burung terbilang masih relatif sukar. Jika beruntung dapat diperoleh gelatik silver yang masih berproduktif. Biasanya gelatik silver dijual sepasang karena umumnya dibeli sebagai burung hias dan akan dibiakkan lagi. Namun, adakalanya bisa dibeli seekor saja jika pembeli ingin memeliharanya untuk sekadar kesenangan. Pada dasarnya gelatik silver sendiri tergolong ke dalam burung penyanyi, sehingga dapat dilatih untuk dijadikan sebagai burung kicauan.

Calon induk gelatik silver bisa didapatkan di pasar burung. Hanya saja harus lebih teliti dalam memilih agar mendapatkan gelatik silver yang baik dan tidak cacat. Usahakan untuk memperoleh gelatik silver yang memiliki ring. Dari ring tersebut dapat diketahui dari mana asal induk burung gelatik silver tersebut. Selain itu, juga dapat diketahui umurnya sehingga dapat diperkirakan masa produktifnya. Di samping itu, untuk membeli sepasang gelatik silver di pasar burung dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah.Dengan demikian, jumlah pasangan gelatik silver yang dipersiapkan untuk penangkaran bisa lebih banyak. Dengan jumlah yang banyak peluang untuk mencapai kesuksesan dalam menangkarkan gelatik silver pun akan menjadi bertambah besar.

Selain keuntungan yang dapat diperoleh, membeli pasangan calon induk di pasar burung juga memiliki kerugian. Kualitas dari gelatik silver tersebut belum terjamin. Oleh karena, burung yang dijual ke pasar biasanya sudah merupakan hasil sortiran dari penangkaran sehingga tidak produktif lagi. Dapat juga pasangan yang dijual tersebut masih seusia atau bahkan masih sedarah, berasal dari induk yang sama. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dari ring, jika gelatik silver yang dijual tersebut memiliki ring.

Jika mendapatkan pasangan yang masih sedarah maka kemungkinan besar akan memperoleh anakan yang memiliki kualitas menurun dibandingkan dengan induknya. Bahkan, mungkin akan diperoleh anakan yang cacat. Pasangan yang usianya sama dikhawatirkan tidak terjadi perkawinan. Oleh karena, bisa jadi pejantannya takut. Umumnya yang paling baik, umur induk betina lebih muda sehingga pejantan tidak takut dan mau kawin. Namun, pada pasangan yang seumur dapat saja terjadi perkawinan, tetapi biasanya telurnya tidak “isi” karena tidak terjadi pembuahan.

Penangkar umumnya memilah-milah burung yang dihasilkan dari tangkarannya. Yang memiliki kondisi baik, sehat, dan tidak cacat fisiknya akan dipisahkan serta dijadikan sebagai induk baru. Jika jumlahnya banyak, sebagian burung-burung tersebut baru akan dijual. Jenis yang sehat dan baik ini biasanya dapat langsung dibeli di penangkaran tersebut. Sementara sisanya (yang kurang begitu baik kondisinya atau hasil sortiran) akan dilepas ke pasaran. Jadi, dari segi kualitas, burung yang dijual di pasar umumnya lebih rendah kualitasnya daripada yang langsung dijual di penangkaran.

2. Didapat dari penangkaran

Keuntungan jika membeli induk gelatik silver di penangkaran, umur burung dapat diketahui secara tepat (melihat ring yang terpasang). Oleh karena, umumnya burung gelatik silver dari hasil penangkaran memiliki ring yang menunjukkan kapan kelahirannya dan siapa induknya. Dari ring tersebut dapat diketahui umur gelatik silver saat akan dibeli.

Selain itu, umumnya umur gelatik silver yang ada juga tidak sama, misalnya selisih satu hingga dua bulan. Adanya rentang perbedaan usia ini disebabkan penangkaran memiliki banyak indukan. Masing-masing induk memiliki perbedaan dalam masa kawinnya sehingga anakan yang dilahirkan juga tidak sama waktunya. Oleh karena itulah, sebaiknya pilihlah induk jantan yang memiliki umur lebih tua dibandingkan dengan betinanya.

Di samping itu, membeli gelatik silver di penangkaran juga memberi keuntungan dalam hal membedakan jenis kelaminnya. Keyakinan bahwa burung yang diperoleh adalah sepasang gelatik silver jantan dan betina akan lebih besar dibanding membeli di pasar burung. Hal ini biasanya dijamin oleh penangkar sehingga peluang dalam menangkarkan nantinya bisa lebih berhasil. Jika beruntung dapat saja memperoleh sepasang gelatik silver yang sudah terbentuk saat mereka berada dalam kandang umbaran. Gelatik silver tersebut sudah memilih sendiri pasangannya sehingga tidak perlu dijodohkan lagi.

CIRI-CIRI INDUK YANG BAIK
Upaya untuk memperoleh gelatik silver yang baik dapat dilakukan dengan memperhatikan fisik dari burung tersebut. Fisik yang baik dan sehat akan dapat menghasilkan anakan yang sehat pula. Berikut ciri-ciri gelatik silver yang baik dijadikan induk.

1. Perangai lincah
Burung gelatik silver harus aktif bergerak ke sana kemari. Tidak cenderung untuk diam saja. Jika ada sesuatu yang mendekati sangkarnya otomatis burung ini akan terbang kelabakan. Burung yang diam dikhawatirkan menderita sakit atau dapat saja sedang mengalami stres. Hal-hal seperti ini dapat berakibat fatal pada gagalnya usaha penangkaran yang sedang dilakukan.

2. Bulu tertata rapi dan tidak mengkorok
Bulu yang tertata rapi menunjukkan burung ini bersih dan tidak sedang mengalami stres. Burung gelatik silver umumnya merawat bulu dan menatanya sesudah mandi. Apabila bulunya tampak mengkorok menandakan burung tersebut sedang menderita sakit.

3. Dubur bersih
Bagian dubur harus benar-benar diperhatikan dengan seksama. Bersih tidaknya bagian dubur menunjukkan kondisi kesehatan dari burung itu sendiri. Jangan pilih seekor burung dengan dubur yang tidak bersih dan di sekitarnya banyak kotoran. Hal ini menunjukkan bahwa burung tersebut menderita permasalahan dengan pencernakannya. Dapat saja burung terkena mencret atau infeksi pada usus atau lambungnya. Yang dikhawatirkan hal tersebut akan menurun pada anakannya.

4. Paruh
Pilihlah burung yang letak paruh antara bagian atas dengan bagian bawahnya simetris. Jangan sampai terpilih yang cacat, yaitu antara paruh atas dengan bawahnya tidak mengatup secara sempurna. Cacat seperti ini dapat terjadi akibat perkawinan yang sedarah.

5. Lingkar mata

Lingkar mata juga merupakan salah satu petunjuk untuk mengetahui kesehatan burung. Harus diperhatikan bahwa warna lingkar mata tersebut adalah merah terang bukan pucat. Warna pucat menunjukkan kondisi burung yang kurang fit. Burung yang baik biasanya memiliki lingkar mata yang membulat sempurna dengan ketebalan yang rata. Selain itu, lingkar matanya bersih dan halus, tidak terdapat lekukan-lekukan.
ARTIKEL BURUNG GELATIK PALING BANYAK DIBACA PENGUNJUNG




Read more > BURUNG GLATIK SILVER DAN PENANGKARANNYA

BURUNG GELATIK JAWA DAN PENANGKARANNYA

Ada awalannya burung gelatik jawa ( Padda oryzivora ) yaitu burung berkicau yang datang dari suku estrildidae pernah dikira sebagai burung pengganggu untuk beberapa petani dikarenakan mempunyai populasi yang amat banyak, terlebih di jawa serta bali. 


Lain dulu lain saat ini. saat ini burung gelatik jawa cukup sukar ditemukan serta dapat disebut sebagai burung yang langka. didalam periode panjang perihal ini dapat mengakibatkan burung ini terancam punah di habitat aslinya. 

Pemicunya yaitu rusaknya alam atau tergesernya tempat hijau, pemakaian pestisida atau pupuk kimia pada pertanian, pergantian pergiliran tanaman padi, serta yang sangat kronis yaitu penangkapan besar-besaran yang dikerjakan oleh manusia yang dikerjakan untuk tujuan usaha. 

Meskipun burung ini semula dibenci petani serta dikenal sebagai burung pengganggu, tetapi burung gelatik jawa saat ini sudah jadi di antara burung dambaan untuk pengagum burung. 

Ditambah burung ini mempunyai harga yang cukup mahal, yakni lebih kurang 600 ribu rupiah per ekor ( bergantung macamnya ), hingga perihal ini makin menambah daya tarik seseorang untuk menangkar burung gelatik jawa. 

Ciri 
Burung gelatik jawa umumnya jadikan sebagai burung hias dikarenakan mempunyai pola warna bulu yang amat indah serta tampak menarik. tanda-tanda fisik pada burung gelatik jantan serta betina nyaris sama. 

Di bawah ini yaitu tanda-tanda dari burung gelatik jawa, yakni : 
  • Mempunyai ukuran tubuh yang kecil serta panjang tubuh lebih kurang 15 cm 
  • Mempunyai warna bulu kepala yang berwarna hitam 
  • Mempunyai pipi yang berwarna putih 
  • Mempunyai paruh berukuran besar yang berwarna merah 
  • Mempunyai kaki yang berwarna merah muda 
  • Pada lingkaran mata ada lingkaran yang berwarna merah 
  • Perut berwarna coklat kemerahan
  • Burung gelatik muda berwarna cokelat atau belum mempunyai warna yang tegas layaknya induknya burung gelatik dewasa berwarna abu-abu. 
Habitat 
Burung gelatik seringkali ditemukan di pulau jawa serta bali. burung ini umumnya hidup di sawah, rimba padang rumput, serta tempat budidaya. 

Meskipun burung ini adalah burung endemik dari indonesia, tetapi spesies ini saat ini dikenal sebagai burung hias di beragam negara di semua dunia. 

Karakter 
Burung ini hidup membuat grup yang terdiri dari 5 sampai 10 ekor burung sejenis serta gampang berpindah-pindah area. 

Makanan 
Makanan alami dari burung gelatik jawa yaitu biji-bijian layaknya beras atau padi, serangga serta buah. 

Reproduksi 
Saat telah memasuki musim kawin, sepasang burung gelatik jawa dapat bikin sarang di lubang pohon atau melacak lubang di tebing-tebing. burung ini condong tempati sarang yang ditinggal oleh burung lain. 

Didalam satu kali periode bertelur, burung gelatik jawa dapat bertelur sejumlah 3, 4 atau 6 butir telur yang berwarna putih. sesudah bertelur induk burung gelatik jawa jantan serta betina dapat bergantian melindungi telur sampai menetas. 

Penangkaran burung gelatik jawa 
Pada prinsipnya beternak burung gelatk jawa relatif lebih gampang apabila dibanding dengan ternak type burung berkicau yang lain. 

Dari sisi usaha, keuntungan beternak burung ini amat mengundang selera dikarenakan tidak membutuhkan modal yang amat besar serta cost perawatannya lalu dapat disebut murah. sering peternak kelas kecil atau menengah sukses memperoleh keuntungan pada jutaan sampai beberapa puluh juta rupiah. 

Kunci utama dari penangkaran burung gelatik jawa tidak tidak sama dengan penangkaran type burung berkicau yang lain, yakni ketekunan. 

Di bawah ini yaitu beberapa langkah yang dapat anda kerjakan bila pingin menangkarkan burung gelatik jawa, salah satunya : 

Kandang budidaya 
  • Ukuran kandang yang ideal untuk sepasang burung gelatik jawa yaitu kandang yang berukuran 30 cm kali 40 cm. 
  • Anda dapat memakai kerangka kayu atau besi sebagai bahan utama untuk bikin kandang, lantas tutup dengan kawat kasa yang berukuran 1 cm kali 1 cm. 
  • Baiknya anda memakai kawat kasa supaya kandang memperoleh penyinaran yang baik dari matahari. dikarenakan burung gelatik amat senang mandi maka cahaya matahari yang masuk ke didalam kandang dapat amat bermanfaat untuk penjemuran sesudah burung selesai mandi. Anda dapat memakai seng, genting, asbes serta tripleks sebagai atap kandang. Bila anda tidak mau bikin kandang sendiri, anda juga dapat beli kandang yang telah lantas. umumnya kandang yang dijual telah dilengkapi dengan sarang buatan didalamnya. harga kandang ini cukup terjangkau, yakni lebih kurang rp 350. 000, - yang diisi 6 kotak serta dapat menyimpan lebih kurang 5-10 ekor burung gelatik jawa.

Menyiapkan indukan 


Untuk mengawali penangkaran burung gelatik jawa ada banyak hal yang perlu anda buat persiapan dengan baik, di antaranya yaitu penentuan calon induk. 

Penentuan induk yang baik mesti dikerjakan menurut pengetahuan tentang perilaku, type kelamin, serta usia burung gelatik jawa. 

Bila pingin penangkaran jalan dengan amat baik serta pingin memperoleh indukan yang baik, maka anda juga mesti memperoleh burung gelatik jawa yang baik juga. 

Biasanya burung yang baik tersebut bisa didapatkan dari penangkar yang telah berhasil. mesti diketahui juga bahwa kesuburan, warna, serta perihal yang lain yang berbentuk genetis diturunkan dari induk ke anaknya hingga dari induk yang baik akan didapatkan anakan yang baik juga. 

Dari induk layaknya ini kita telah memperoleh 50% kesuksesan. sisanya bergantung bagaimana langkah kita merawatnya. 

Tanda-tanda indukan yang baik 

1. Perangai lincah 
Burung gelatik jawa tidak bisa kerap berdiam diri serta mesti aktif bergerak kesana kemari. bila ada suatu hal yang mendekati sangkarnya otomatis burung ini dapat terbang kelabakan. 

Yang di kuatirkan dari burung yang diam yaitu kemungkinan alami stres atau tengah sakit. perihal layaknya ini bisa menyebabkan fatal pada gagalnya usaha penangkaran yang tengah dikerjakan. 

2. Bulu teratur rapi serta tidak mengkorok 
Bulu yang teratur rapi tunjukkan burung ini bersih serta tidak tengah alami stres. burung gelatik silver biasanya menjaga bulu serta mengaturnya setelah mandi. jika bulunya terlihat mengkorok mengisyaratkan burung tersebut tengah menderita sakit. 

3. Dubur bersih 
Sisi dubur mesti betul-betul di perhatikan dengan seksama. bersih tidaknya sisi dubur tunjukkan situasi kesehatan dari burung itu sendiri. janganlah tentukan seekor burung dengan dubur yang tidak bersih serta di sekelilingnya banyak kotoran. 

Perihal ini tunjukkan bahwa burung tersebut menderita persoalan dengan pencernakannya. barangkali burung terkena mencret atau infeksi pada usus atau lambungnya. yang di kuatirkan perihal tersebut dapat alami penurunan pada anakannya. 

4. Paruh 
Pastikan burung yang letak paruh pada sisi atas dengan sisi bawahnya simetris. jangan sempat terpilih yang cacat, yakni pada paruh atas dengan bawahnya tidak mengatup dengan prima. cacat layaknya ini bisa berlangsung akibat perkawinan yang sedarah. 

5. Lingkar mata 
Lingkar mata juga adalah di antara panduan untuk tahu kesehatan burung. mesti di perhatikan bahwa warna lingkar mata tersebut yaitu merah terang bukan hanya pucat. warna pucat tunjukkan situasi burung yang kurang fit. 
Burung yang baik umumnya mempunyai lingkar mata yang membulat prima dengan ketebalan yang rata. disamping itu, lingkar matanya bersih serta halus, tidak ada lekukan-lekukan.

ARTIKEL BURUNG GELATIK PALING BANYAK DIBACA PENGUNJUNG




Read more > BURUNG GELATIK JAWA DAN PENANGKARANNYA

Wednesday, July 10, 2013

BAHAN DAN PERALATAN MENANGKAR MURAI BATU

BAHAN DAN PERALATAN MENANGKAR MURAI BATU
Untuk beternak murai batu medan, satu hal yang paling penting di persiapkan pertama kali setelah memiliki indukan adalah mempersiapkan kandang penangkarannya. Untuk merencanakan kandang penangkaran murai batu medan tidaklah terlalu rumit. Setelah lokasi pemilihan kandang penangkaran yang sudah di tentukan, tinggal mempersiapkan bahan-bahan, tinggal membangun berdasarkan perencanaan yang ada.

Bahan Pembuatan Kandang Murai Batu Medan
Untuk bahan dinding bisa menggunakan jenis batu bata biasa atau batako yang mudah di dapatkan di pasaran. Penggunaan jenis ini sangat sesuai untuk mengurangi naik turunya suhu secara drastis yang ada di sekitar kandang penangkaran murai batu medan.Jika kita mempunyai sudut rumah yang kosong atau dinding dengan sisa lahan di sampingnya, kita bisa memanfaatkan sudut rumah dan dinding tersebut untuk salah satu bagian dinding kandang penangkaran. Tinggal menambahkan sisi-sisi yang lainnya, kita bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya untuk membuat kandang penangkaran murai batu.



Kandang Penangkaran Murai Batu Medan menggunakan kawat dengan lubang 1x1 cm

Agar kita bisa mengontrol indukan murai batu medan di kandang penangkaran, ada baiknya kita memasang salah satu sisi di depan dengan menggunakan kawat dengan lubang berdiameter 1cm2.

Kawat dengan ukuran ini sudah cukup untuk menghindari predator seperti tikus dan lain sebagaina. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada indukan murai batu medan sewaktu proses produksi.

Di pasaran, ada kawat dengan diameter 0.5×0.5 cm. Kawat dengan ukuran ini bisa juga di pergunakan. Tetapi, untuk kekuatannya, kawat dengan diamater 1cm persegi lebih besar dari pada kawat dengan diamater 0.5 cm persegi.

Disini penangkar bisa memilih jenis kawat mana yang di gunakan. Bisa menggunakan kawat ram dan diameter 0.5 cm persegi ataupun diameter 1 cm persegi.

Tenggeran di Kandang Penangkaran Murai Batu Medan

Tenggeran adalah salah satu fasilitas yang mutlak di berikan di kandang penangkaran murai batu. Tenggeran bisa menggunakan bahan kayu atau bambu dengan diameter yang tepat sesuai kaki murai batu. Penambahan fasilitas ini digunakan agar pergerakan murai batu bisa lebih fleksibel bergerak dan terbang dengan tujuan agar lebih sama dengan alam aslinya.

Pemberian Batu Alam di Kandang Penangkaran Murai Batu Medan

Untuk menciptakan suasana yang mendekati suasana asli di alamnya, kandang penangkaran murai batu bisa kita tambahkan batu-batu alam di dalamnya. Disamping hal ini bisa menjaga suhu udara di dalam kandang lebih stabil, penempatan batu-batu alam ini akan membuat indukan murai batu lebih nyaman.
SUMBER INFOMURAI SARIKAN DARI : http://jualmuraibatu.wordpress.com
Read more > BAHAN DAN PERALATAN MENANGKAR MURAI BATU

Monday, July 8, 2013

PENANGKARAN MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG

Semakin sempitnya lahan di perkotaan membuat kalangan calon penangkar, khususnya pemilik lahan terbatas, kesulitan bagaimana cara mengembangkan penangkaran burung yang akan di ternakkan. Terutama jenis burung murai batu. 


Sebenarnya penangkar jenis burung murai batu dikandang sekecil apapun bisa. Dan itu sudah di buktikan oleh Alm. Abun seorang breeder murai batu sukses di Jakarta kala itu. Ratusan anakan yang di produksinya dari hasil breeding di kandang ukuran terbatas. Bahkan beberapa di antaranya dengan model sangkar gantung.

free image hosting

Kini penangkaran model sangkar gantung buat murai batu juga sudah semakin populer dan banyak berhasil di lakukan para penangkar. Iwan Fitriadi breeder di kawasan tangerang banten adalah salah satunya. Dia menggunakan kandang ini karena keterbatasan lahan yang tersedia. Dengan begitu, model penangkaran seperti ini simpel dan praktis, bisa menghemat tempat. Karena posisi sangkar bisa ditempatkan di manapun sesuai yang kita maui. Asalkan aman dari gangguan binatang tikus, kucing dan predator lainnya. 

Yang dimaksud penangkar sangkar gantung disini tak lain sangkar burung biasa yang lazim di gunakan untuk murai batu. Bisa sangkar kotak ataupun model bulat, yang penting standar untuk sangkar murai batu, bisa berukuran kurang lebih 60cmx70cmx80cm. Sangkar bambu tersebut di tutup bagian kiri kanannya dengan kain atau penyekat dengan tujuan agar tidak saling melihat dengan pasang sejenisnya atau salah satu burung sejenis. Itu bila yang di ternakkan lebih dari satu pasang.

Sebagai tempat kotak sarang, bagian belakangnya di lubangi dengan ukuran lebih besar dari badan burung. Di belakangnya di sediakan box cukup dari bahan kardus agar lebih enteng bila di tempelkan di badan sangkar. Di dalam box kardus ukuran 20cmx30cmx10cm ini di tempatkan serabut kelapa atau ranting rumput halus, sebagian di tebar di lantai sangkar.

tiff upload

Keuntungan sangkar gantung ini, yaitu tadi selain bisa menghemat tempat, kandang juga bisa di pindah-pindah sesuai keinginan selera tempat yang di inginkan sang pemilik. Yang penting terlindung dari hujan maupun gangguan binatang yang bisa mengganggunya. Jadi, meskipun indukan sedang bertelur maupun mengeram, sangkar bisa sambil di turun dan naikkan untuk di bersihkan.

Calon indukan yang siap di masukan di penangkaran seperti ini di usahakan melalui perjodohan terlebih dahulu. Dengan kondisi siap birahi, yang lebih penting menurut Iwan keduanya berkharakter jinak, tidak liar. Karena burung yang awalnya sudah jodoh dan keduanya jinak akan mudah beradptasi dengan lingkungan sekitarnya. "Keduanya juga harus mau masuk bak mandi agar mudah terawatnya, karena mandinya kan menggunakan keramba mandi," jelas Iwan.

Setelah berjodoh keduanya akan saling mengangkut sarang dan menyusunnya. Seminggu kemudian akan bertelur. Bilamana telur di buang ada beberapa penyebab, bisa saja kondisi penataan sarang yang membuatnya tidak nyaman atau terganggu dengan melihat burung sejenis di sekitarnya. Pembuatan sarang ini disusun kedua indukan dengan model kasa di bagian bawah dan semakin atas dan di dalamnya semakin luas.

Tidak lama setelah mengangkut sarang, beberapa hari kemudian indukan betina akan betelur. Untuk melihat telur, pemilik tinggal membuka bagian atas box sarang setelah sebelumnya menutup lubang dengan lembaran triplek penutup lubang sarang terlebih dahulu.

Indukan betina akan betelur dua sampai tiga butir, setelah menetas anakan akan di asuh indukannya sampai sepuluh hari, berikutnya anakan di panen dan dimasukkan ke inkubator. Memasuki umur dua minggu anakan sudah bisa di pasangi ring kode pemilik. 

Kebutuhan pakan indukan yang sedang bawa anakan di beri porsi cacing lebih banyak. Kecuali di saat mengeram indukan cukup diberi jangkrik dan kroto. Sedangkan pakan di hari pertama masuk inkubator di beri jangkrik ukuran kecil yang kakinya sudah di bersihkan. Selain itu juga di beri adonan voer yang di aduk dengan kroto bersih. Eksfood lainnya di berikan potongan cacing. Anakan burung di asuh sampai bisa makan sendiri biasanya menginjak di atas satu bulan. Pada umur tersebut, anakan sudah bisa di pasarkan.

Bilamana salah satu di antara indukan sedang mabung, misalnya jantan sedang mabung harus di pisahkan dan di istirahatkan. Bisa juga di kawinkan, tapi setelah betinanya bertelur indukan jantan segera di pisahkan untuk istirahat. Lain halnya bila indukan betinanya yang mabung biasanya tidak akan berproduksi/bertelur
Read more > PENANGKARAN MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG

Kandang Penangkaran Murai Batu Medan Sederhana

Penangkaran Murai Batu Medan Sederhana
Kandang Penangkaran Murai Batu Medan Sederhana

Untuk lokasi kandang penangkaran murai batu medan, hal yang tak kalah pentingnya adalah penentuan lokasi kandang penangkaran yang akan di buat. Aman dari predator, seperti tikus, kucing, ular dan sebagainya yang bisa mengganggu kelangsungan proses penangkaran.

Yang kedua adalah pemilihan lokasi harus tenang dan tidak dekat dengan sumber kebisingan. Hal ini sifatnya untuk jaga-jaga. Kalau-kalau jenis murai batu medan kita sangat peka akan suara-suara yang bisa menggangunya. Tapi, hal ini tidak berlaku ketika memang jenis indukan murai batu kita sudah terbiasa dengan kebisingan. Biasanya jenis murai batu ini mempunyai mental yang sangat bagus sehingga tidak pernah takut akan suara-suara keras dan sebagainya.

Kandang penangkaran murai batu medan tidaklah harus selalu bagus. Dengan bahan seadanya dan asal lokasi benar-benar aman dari predator seperti gambar di bawah ini sudah terbukti berhasil menghasilkan anakan-anakan murai batu medan.

Sekedar kewaspadaan, Persiapan seperti penangkap predator juga perlu di persiapkan. Untuk mencegah kalau-kalau ada predator yang tiba-tiba datang. Untuk menangkap predator seperti tikus, kita bisa menggunakan lem tikus ataupun kandang penangkap tikus dengan umpan di dalamnya. Pengalaman penulis, sebaiknya tidak memberikan racun tikus untuk menghindari kematian tikus yang tidak terkontrol yang mengakibatkan bau bangkai tikus yang tidak kita inginkan. Karena terkadang tikus lari setelah memakan racun tikus dan mati di tempat-tempat yang sulit kita cari seperti di atas plafon atau terhimpit di atap rumah.
Pemanfaatan Ruangan Kosong di rumah untuk penangkaran murai batu medan
Jika kita tidak mempunyai lahan yang luas, murai batu medan bisa berproduksi di kandang penangkaran dengan luas 1meter persegi dengan tinggi 2 meter persegi. Lahan seluas ini sudah bisa memenuhi syarat untuk menangkarkan sepasang murai batu medan.

Malahan, sudah ada yang berhasil yang menangkar murai batu dengan menggunakan media sempit seperti di sangkar gantung sebagai kandang penangkarannya.

Yang jelas, murai batu tidak memerlukan lahan yang luas untuk berproduksi. Dengan lahan yang terbatas pun, murai batu bisa berproduksi dengan baik.
Luas Kandang Penangkaran Murai Batu Medan
Read more > Kandang Penangkaran Murai Batu Medan Sederhana

Sunday, July 7, 2013

PENANGKARAN MURAI BATU YANG SUKSES

Muda usianya, tetapi cukup luas pengalamannya dalam penangkaran burung murai batu (MB). Itulah Hasan, pemuda 26 tahun, yang kini sukses menangkar MB di Purwokerto. Sejak SMP (2006) dia sudah beternak kenari, dan setahun kemudian beralih ke murai batu sampai sekarang.



HASAN TnT: SUKSES MENANGKAR MB
(Foto: Tabloid BNR)

Kini di penangkarannya terdapat 16 kandang produktif. Ia berencana menambah empat kandang lagi, sehingga menjadi 20 kandang. Tinggal mencari induk jantan saja. Calon induk betina cukup banyak, karena selama ini tidak dijualnya.

Sampai saat ini, penangkaran yang diberi nama TnT Bird Farm sudah menghasilkan sekitar 300 ekor murai batu yang tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Memang masih jauh jika dibandingkan dengan Global Fauna Farm, yang setiap bulan bisa memproduksi 380 anakan. Tetapi untuk pemuda seusia Hasan, ini prestasi yang membanggakan.

Kandang TnT Bird Farm terlihat sederhana. Setiap kandang memiliki ukuran 100 cm x 100 cm. Bentuk dan ukuran kandang, menurut dia, tidak jadi persoalan besar. Yang terpenting induknya berkualitas, agar anakan yang dihasilkannya pun berkualitas.
Mengatasi Indukan Kanibal


TERUS MENJAGA KUALITAS
(Foto: Tabloid BNR)

Salah satu kendala yang dihadapi Hasan adalah ketika melihat induk murai batu yang kanibal. Tetapi pengalamanlah yang menempanya untuk tetap bertahan. Untuk menyiasati in

Karakter MB memang bermacam-macam, ada yang pengasih-penyayang terhadap anaknya, tetapi ada juga yang kanibal dan tega membunuh anaknya sendiri. “Ketika berhadapan dengan murai kanibal, kita meski ekstra hati hati dan telaten, agar anakan selamat dari kematian,” ujar Hasan, seperti diberitakan Tabloid BNR.

Terhadap indukan yang sejak awal diketahui kanibal, ia sudah meningkatkan kewaspadaannya menjelang telur menetas. Dengan telaten, dia menunggu hari-hari penetasan. Begitu menetas, piyik pun langsung diambil dan dipindahkan. Bisa dibayangkan, betapa sulit meloloh piyik umur 1 hari.

Selama ini, sudah ada beberapa MB produk penangkarannya yang menjuarai lomba. Ke depan, ia akan terus berusaha menjaga agar kualitas ternakannya bisa meningkat.
Untuk meningkatkan kualitas indukan, ia rajin datang ke berbagai lomba untuk mencari MB juara. Selain itu, untuk menggenjot produksi yang berkualitas, ia pun melakukan praktik poligami terhadap indukan yang bagus.

Dari hasil penangkaran MB inilah, Hasan yang masih membujang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, termasuk membiayai kuliahnya.Wuih, inspirasi yang menarik bukan?
Read more > PENANGKARAN MURAI BATU YANG SUKSES

Tuesday, July 2, 2013

Panduan beternak burung murai batu


Panduan beternak burung murai batu umumnya dikerjakan oleh beberapa hobbies, lantaran pertimbangan melestarikan kelangsungan hidup murai batu saja. type yang ditangkarkan murai batu dari sub-spesies apa saja. cara beternak burung murai batu sebenarnya tidk sulit,tapi untuk para pemula yang ingin mencobanya lebih baik baca dulu cara berternak burung murai batu di bawah ini.cara bereternak burung murai batu ini memiliki beberapa tahapan,tahapan – tahapan yang perlu dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut :

menyiapkan penjodohan burung murai batu

sesudah dipilih calon-calon indukan yang baik, langkah pertama merupakan memperkenalkan suara/kicauan indukan jantan serta indukan betina terlebih dulu. langkahnya dengan meletakkan ke-2 burung tersebut didalam sangkar gantung yang terpisah. upayakan ada didalam satu area supaya suara/kicauan mereka bisa saling terdengar. upayakan satu sama lain tidak diperlihatkan terlebih dulu. di sini manfaat kain penutup sangkar ( kerodong ) bertindak. sesudah terjadi saling sahutan, biarlah sampai irama kicauan mereka selaras. ( umumnya dibutuhkan waktu lebih kurang 2 sampai 3 hari, namun ini juga tidak mutlak, bergantung keadaan dilapangan ). didalam keadaan ini disarankan untuk memberian pakan hidup serta nutrisi yang cukup supaya burung meraih puncak birahi, hingga mempermudah proses penjodohan. ( tentang pakan hidup serta nutrisi dapat dibicarakan didalam artikel terpisah ).

sesudah ada keseimbangan irama kicauan di antara mereka, pertemukan mereka dengan bagian gradual sebagai berikut :

  • buka tiap-tiap kerodong dengan jarak pada ke-2 sangkar berjauhan + 4 meter. janganlah terburu-buru untuk segera mempertemukan mereka. lantaran indukan jantan bisa menyerang apalagi bisa membunuh indukan betina. aktivitas menjodohkan ini dapat berlangsung berhari-hari, apalagi didalam hitungan minggu.
  • sesudah proses ini jalan dengan baik serta terjadi kemajuan satu sama lain, letakkan sangkar lebih dekat lagi. contohnya persempit jarak sangkar mereka jadi 1 meter – 2 meter. umumnya jika ke-2 burung telah saling pas, individu jantan dapat menunjukkan bhs tubuh, layaknya mengibas-kibaskan ekornya serta menampilkan nada yang merdu untuk menarik perhatian individu betina.
  • bila reaksi indukan betina cuma berdiam diri diatas tangkringan saja, itu mengisyaratkan ia belum siap untuk kawin. proses ini memerlukan kesabaran.
  • bila reaksi indukan betina mengambil posisi membungkuk serta melebarkan ke-2 sayapnya, itu mengisyaratkan is telah betul-betul siap untuk kawin.
  • bila kondisi layaknya point d diatas, selekasnya masukkan ke-2 indukan didalam kandang penangkaran yang besar. keluarkan betina dari didalam sangkar, namun indukan jantan upayakan masih di dalam sangkar yang digantung didalam kandang besar. biarlah proses penjodohan ini berlanjut sampai indukan betina betul-betul siap untuk dikawinkan. umumnya indukan betina dapat kerap hinggap di sekitar sangkar indukan jantan.
  • sesudah fase penjodohan menunjukkan kemajuan yang baik, anda tak perlu cemas untuk mengeluarkan indukan jantan dari sangkar gantung.

didalam lebih dari satu perihal, bila burung sudah diletakkan berbarengan, mereka dapat cepat lakukan kegiatan perkawinan. sesudah ini berlangsung, indukan betina dapat membangun sarangnya kurun waktu 1 hari serta dapat mulai bertelur pertama kali sesudah hari-hari selanjutnya. telur pertama, ke-2 serta ketiga umumnya adalah telur yang tidak berproduksi/tidak menetas ( infertilitas ).

betina murai batu menyusun sarang

kerapkali, bila ke-2 pasangan memasuki waktu reproduksi, perkawinan tidak dilangsungkan dengan cepat ( tidak terburu-buru ), sampai indukan jantan betul-betul terima indukan betina sesudah terlebih dulu terjadi proses penjodohan. indukan jantan dapat tampak atraktif serta bernyanyi merdu di depan indukan jantan, seolah olah pingin menyebutkan bahwa saya seorang gentlemen. ia akan memeriksa kotak sarang. ia butuh lihat apakah kotak sarangnya akan jadi area yang nyaman. berikut ia dapat masuk ke didalam kotak sarang serta mencermati dengan seksama untuk waktu yang lama, lantas dapat berkicau dengan pelan seolah memanggil induk betina serta menyuruhnya masuk ke didalam kotak sarang.

jika induk jantan meninggalkan kotak sarang, induk betina dapat memeriksa kenyamananya, namun ia jarang keluar dari kotak sarang sebelum saat sang jantan betul-betul membangun sarangnya.

idealnya, burung mesti membangun sarangnya sekian hari sesudah saling mengetahui. umumnya induk jantan yang mulai menyusun sarang. sesudah separuh dari sarang terkumpul, induk betina dapat selekasnya keluar sarang serta mulai merampungkan sarangnya.

umumnya, sesudah 2 hari berlangsung sarang dapat selesai serta induk betina dapat beristirahat. sesudah lebih kurang 4 hari, induk betina dapat mulai bertelur. didalam 1 hari ia dapat bertelur sekali. jumlah telur yang dapat dierami 3 dampai 4 telur. apalagi ada yang sampai berjumlah 5 telur. waktu jumlah telur telah meraih 3 butir, induk betina umumnya telah mulai lakukan pengeraman.
Read more > Panduan beternak burung murai batu
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo