Friday, August 2, 2013

Kakak Tua Jambul Kuning

Nama Lokal : Kakak Tua Jambul Kuning
Nama Ilmiah : Cacatua sulphurea

B. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphhylum : Vertebrata
Classis : Aves
Ordo : Psittaciformes
Familia : Psittacidae
Genus : Cacatua
Species : Cacatua sulphurea

C.Diskripsi :
1.Habitat
Di hutan sekunder dan perkebunan. endemik di Sulawesi. dan Nusa Tenggara. Burung ini tersebar di P. Panida. lepas pantai P. Bali.


2.Ciri Morfologi
Burung kakatua jambul kuning. berukuran panjang kira.kira 30 cm. mempunyai jambul kuning. mencolok. bulu berwarna putih dan sering mengeluarkan suara yang ribut. Burung tersebut mempunyai paruh atas yang panjang melebihi paruh bagian bawah. Mata berwarna coklat gelap, paruh hitam, kaki abu-abu gelap. Burung kakatua mempunyai lidah yang diadaptasikan untuk memakan buah, biji-bijian, Jambul akan ditegakkan dan diturunkan bila sedang bersuara dan bertengger di pohon.
3.Ciri Spesifik
Memiliki Jambul berwarna kuning, jambul ini yang membedakan dengan kakak tua jenis lainnya. Selain itu warna bulu diseluruh tubuhnya yang berwarna putih menjadikan ciri khas tersendiri pada burung ini.
4.Jenis Makanan
Di habitat aslinya burung kakatua memakan buah.buahan, biji.bijian. sayuran. serangga dan larvanya. Sedangkan di Kebun Binatang Gembira Loka burung kakatua diberi pakan jagung muda dan kacang goreng.
5.Perilaku
Burung kakatua hidup berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Sangat mencolok ketika terbang dengan kepakan sayap yang cepat dan kuat. diselingi gerakan melayang serta saling berteriak. Burung ini mempunyai kebiasaan berpegang pada dahan atau cabang pohon. Pada musim kawin burung jantan akan memperlihatkan pada burung betina beberapa gaya seperti meloncat. mengembangkan sayap. mengangkat ekor. dan berjalan di depan betina untuk menarik perhatiannya.
6.Reproduksi
Burung betina bertelur jumlahnya di atas tiga butir. kemudian diletakkan dilubang pohon tempat burung tersebut bersarang. Telur tersebut dierami secara bergantian.antara burung jantan dan burung betina.
Read more > Kakak Tua Jambul Kuning

Tips Mencegah Penyakit Burung Merpati

Burung merpati juga memiliki banyak penggemar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan hobi ini sudah berumur lama, terutama merpati tinggian. Artkel kali ini membahas perawatan dan pencegahan penyakit pada burung merpati, apapun jenisnya. Tips ini bisa digunakan untuk penggemar dan penangkar merpati. Merpati sering dikatakan mudah dalam perawatan dan penangkarannya, meski sebenarnya tidak semudah yang dibicarakan.


MERPATI BALAP

MERPATI BALAP: SALAH SATU JENIS MERPATI YANG DIGEMARI DI INDONESIA

Satu kata kunci yang paling joss untuk mencegah penyakit adalah menjaga kebersihan kandang. Ia adalah rumah terbaik bagi merpati, yang bisa melindungi burung tersebut dari berbagai kemungkinan buruk seperti terkena sengatan panas matahari, atau terkena limpahan air hujan, sekaligus bisa menjadi tempat untuk beristirahat, menikmati pakan, dan beraktivitas.

Seperti dijelaskan sebelumnya, kalimat “menjaga kebersihan kandang” mudah untuk diucapkan atau ditulis, tetapi tidak selalu mudah untuk dilaksanakan. Khusus penangkar, menjaga kebersihan kandang merupakan keharusan, karena kandang beserta isinya yang bernyawa itu merupakan aset usaha mereka.

Kandang bisa menjadi rumah yang sehat, atau sebaliknya justru rumah yang menyakitkan bagi burung, yang mana semua itu tergantung dari manusia selaku perawat atau penangkar.Sirkulasi udara di dalam kandang juga perlu diperhatikan, karena setiap kotoran (feces) burung mengandung ammonia. Kalau ventilasi buruk, dan kita malas membersihkannya, maka berbagai penyakit pun bakal antre.
Ragam penyakit pada burung merpati

Secara umum, penyakit pada merpati maupun jenis burung lainnya bisa dibedakan menjadi empat menurut sumber penyakitnya :

 

 Penyakit bakteri
Sebagian besar penyakit yang disebabkan bakteri terjadi akibat berhubungan langsung dengan peralatan dan bahan pakan yang terinfeksi, dapat juga berasal dari sengatan dan gigitan binatang, melalui luka, dan inhalasi. Burung yang sehat juga bisa tertular ketika ia kontak dengan burung yang sakit.

Penyakit virus
Pada merpati, penyakit yang disebabkan viru umumnya muncul dari air minum yang sudah terpapar virus tersebut. Bisa juga ditularkan ketika burung sakit bersin, lalu sebagian material yang keluar dari lubang hidung (nostril) maupun paruhnya mengenai burung yang sehat. Virus yang terbawa angin juga seringkali menjadi sumber penularan, sebagaimana terjadi pada virus flu burung (H5N1) akhir-akhir ini.

Penyakit jamur
Penyakit yang disebabkan jamur umumnya terjadi melalui media angin, air minum, atau kontak langsung antara burung yang sakit dan burung sehat. Protozoa seperti Trichomonas yang menyebabkan kanker, misalnya, seringkali dibawa induk burung tanpa terlihat gejalanya, kemudian diwariskan kepada anak / piyikan ketika induk melolohkan makanan ke mulut anaknya.

Penyakit parasit
Parasit bisa bersifat internal (ada di dalam tubuh) maupun eksternal (menempel pada bulu, kulit, atau bagian tubuh lainnya). Parasit internal seperti cacing bisa masuk ke saluran pencernaan merpati, ketika burung menelan cacing atau telurnya. Adapun parasit eksternal seperti tungau, kutu, dan gurem, terjadi ketika kebersihan kandang terlupakan. Butung yang terserang akan mudah menulari burung yang sehat, melalui kontak langsung, terutama jika dipelihara dalam kandang yang sama.

Perawatan tepat untuk mencegah penyakit pada burung merpati

Penyebab :

Penyakit ini paling umum terjadi pada burung merpati, dan disebabkan oleh protozoa mikroskopik yang aktif bergerak. Penularannya dimulai dari satu burung ke burung lain melalui air minum. Bahkan induk merpati bisa menginfeksi anak-anaknya saat melolohkan makanan.

Gejala :

Burung yang terinfeksi akan terlihat tidak aktif seperti biasanya, kehilangan berat badan, bulu-bulunya seperti sobek atau terkoyak, diare, dan sering minum.

Selain itu, ada endapan berwarna kekuningan di mulut atau tenggorokannya (lihat gambar). Burung yang masih muda sangat rentan terhadap penyakit ini.

Pencegahan :

Menjaga kebersihan kandang, termasuk wadah pakan dan wadah air minum secara teratur. Selain itu, makanan dan air minum harus selalu dijaga higienitasnya. Jika menjumpai burung yang sakit, segera diisolasi dan disembuhkan terlebih dulu di kandang karantina.

Setiap kali membeli burung merpati, biasakan tidak langsung mencampurkannya dengan burung yang sudah lama dipelihara. Amati dan isolasikan dulu merpati yang baru dibeli tersebut, minimal selama 1 minggu. Setelah terlihat benar-benar sehat, baru boleh disatukan dengan burung lainnya.
Koksidiosis

Perawatan tepat untuk mencegah penyakit pada burung merpati

Penyebab :

Koksidiosis merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan bakteri yang menginfeksi usus burung. Burung muda sangat rentan tertular penyakit ini, sehingga akan mengalami stres yang terlihat dari penurunan nafsu makan dan minum.

Gejala :

Burung yang terinfeksi mengalami penurunan nafsu makan secara drastis, bahkan ada yang sama sekali tak pernah / sedikit menyentuh makanan dan minumannya. Matanya sering menutup. kotorannya berwarna hijau dan bercampur air, serta bobot badannya akan merosot taham. Dalam beberapa kondisi, penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada burung muda.

Pencegahan :

Selalu membersihkan kandang setiap hari, dan jangan biarkan pakan bercampur dengan kotoran burung. Jauhkan pakan dari binatang pengerat seperti tikus.
Perawatan tepat cegah penyakit

Untuk menekan sekecil mungkin potensi penyakit yang menimpa merpati, berikut ini pola perrawatan tepat yang bisa Anda lakukan secara rutin :

Seperti dijelaskan, selalu menjaga kebersihan kandang, juga kebersihan pakan, dan kebersihan wadah pakan / air minum.

Berikan vaksinasi secara teratur untuk merpati Anda. Mestinya ini berlaku untuk merpati mania maupun penangkar. Sayangnya, hal ini belum membudaya di kalangan penggemar merpati, dan baru sebagian penangkar yang melakukannya.

Periksa selalu kotoran burung pada malam harinya. Jika kotoran berwarna putih lembek / hijau lembek, berarti burung dalam kondisi yang tidak sehat. Pisahkan dari burung lainnya (dikarantina) secara beberapa hari untuk mencegah penularan ke burung yang sehat.

Untuk perawatan harian, biasakan burung mengkonsumsi multivitamin minimal 1-2 kali dalam seminggu. Jika menggunakan BirdVit, dosisnya dua kali lebih banyak daripada burung berkicau. Multivitamin akan memberi efek preventif terhadap serangan penyakit. Sebagian besar penyakit masuk ke tubuh burung ketika kondisi tubuhnya lemah.

Berikan PigeonVit untuk merpati kesayangan Anda, terutama untuk merpati balap, baik merpati tinggian maupun sprint. Produk ini akan memastikan merpati Anda menjadi giring dan keket.
Read more > Tips Mencegah Penyakit Burung Merpati
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo