Tuesday, March 26, 2013

Kandungan proein serangga


camilan serangga
Peningkatan jumlah penduduk dunia mau tidak mau menyebabkan kebutuhan pangan global semakin meningkat. Tantangan untuk memenuhi kebutuhan pangan meliputi permintaan pangan yang lebih sehat, lebih aman, lebih berkualitas, dan dapat berkelanjutan.

Isu kesejahterahan hewan, pertanian berkelanjutan, serta meningkatkanya resiko emerging dan re-emerging disease menyebabkan peneliti belkerja keras untuk menemukan sumber alternatif protein yang cukup mudah. meiliki nilai protein tinggi, dan ramah lingkungan.


Salah satu alternatif pangan kaya protein yaitu serangga. Beberapa negara bahkan daerah-daerah tertentu di Indonesia, serangga menjadi bahan pangan yang memiliki banyak penggemar. Australia dan Amerika selatan menjadikan rayap sebagai camilan. Cina dan jepang menjadikan jangkrik sebagai camilan protein tinggi. Kepompong ulat sutra yang telah diambil benangnya juga dikonsumsi di Korea dan Vietnam. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Di derah gunung kidul Yogyakarta, banyak ditemukan belalang goreng. Bu Sri dati Riau juga menggunakan jangkrik sebagai bahan dasar penganan sank seperti remp[eyek, biskuit dan serundeng yang diekspor ke Korea Selatan, Taiwan, dan singapura.


Ada lebih dari 1000 spesies serangga yang dapat dimakan oelh manusia. Beberapa diantaranya diyakini bergizi tinggi dan dapat dijadikan alternatif sumber protein. Belalang segar memiliki kandungan protein sebesar 26,8%, protein jangkrik 13,7% dan rayap 20,4%. Bandingkan dengan protein udang 21%, daging sapi 18,8%,dan daging ayam 18,2%. Selaijn protein, serangga tersebut juga mengandung lemak, air, karbohidrat, dan serat.


Meihat potensi yang ada, Uni Eropa juga sedang melakukan riset terhadap serangga sebagai alternatif sumber protein. Berbeda dengan di Indonesia, Uni Eropa akan mencoba mengenalkan serangga sebagai bahan pangan aditif dalam burger fast food. Untuk Indonesia, sampai sata ini kebutuhan untuk pangan serangga masih didapatkan dengan cara mengambil di alam. Jika permintaan semakin meningkat, tidak emnutup kemungkinan untuk melakukan peternakan serangga. Tentunya peternakan serangga tidak memerlukan banyak ruang, dapat dibudidayakan di ruangan tertutup dengan penerangan alami. Para peneliti juga menyakini bahwa budidaya serangga tidak membutuhkan biaya besar serta dampak negatif bagi lingkungan.


Read more > Kandungan proein serangga

5 Tips melatih burung parkit berkicau


Burung parkit dapat berbicara atau meniru suara yang mereka dengar dari lingkungan sekitar.
Namun, kemampuan ini tidak didapat secara otomatis. Parkit perlu dilatih agar bisa menirukan berbagai suara.
Untungnya, melatih burung parkit berbicara bukanlah perkara yang terlalu sulit serta tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat parkit mahir menirukan berbagai suara.

  1. Mulai melatih parkit saat masih berusia muda. Sama seperti manusia, semakin muda usia parkit, semakin mudah untuk dilatih.  Parkit yang lebih muda mungkin berharga lebih mahal, tapi tambahan ekstra biaya tentu akan memberikan hasil yang lebih optimal.
  2. Tempatkan kandang di mana parkit dapat mendengar berbagai suara seperti di dapur atau ruang keluarga.  Namun begitu, parkit juga harus dibuat nyaman. Jauhkan dari jangkauan anak-anak yang akan cenderung menakuti parkit.  Setelah parkit merasa nyaman di rumah barunya, pelatihan bisa segera dimulai.
  3. Mulailah mengajari parkit dengan kata-kata yang dimulai dengan konsonan ketimbang vokal, misalnya ‘halo’. Berbicaralah perlahan dan jelas.  Anak-anak bisa membantu karena nada suara yang lebih lebih tinggi dari wanita dan anak-anak membuat parkit lebih mudah belajar.
  4. Setelah parkit menguasai beberapa kata dasar, cobalah untuk mengajarkannya rangkaian kata atau frase, misalnya “Selamat pagi!”.  Asosiakan frase ini dengan gerakan tertentu misalnya sambil mengangkat kandang atau meletakkan wajah di depan kandang.  Asosiasi ini akan membuat parkit belajar menghubungkan kata dengan gerakan tertentu.
  5. Latih kembali kata-kata yang sudah dikuasai parkit. Burung parkit bisa melupakan kata yang sudah dikuasainya jika lama tidak dilatih.
Terus ulangi berbagai kata atau frase meskipun burung Anda telah berhasil menguasainya.
Tips Tambahan
Bersabarlah! Kemampuan belajar parkit berbeda-beda dari satu dengan lainnya. Dengan kesabaran, Anda akan memperoleh hasil yang diinginkan.
Setelah parkit belajar bagaimana berbicara, cobalah bereksperimen dengan suara lain (mis: suara sirene) untuk melihat seberapa jauh kemampuan parkit meniru suara.
Latih hanya satu parkit pada satu waktu alih-alih melatih beberapa parkit bersamaan agar hasil lebih optimal.
Read more > 5 Tips melatih burung parkit berkicau
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo