Showing posts with label Anakan Murai Batu. Show all posts
Showing posts with label Anakan Murai Batu. Show all posts

Monday, August 26, 2013

CARA SUKSES MENANGKAR MURAI BATU



Kenapa burung Murai batu yang Anda tangkar sepertinya tidak jodoh-jodoh meski sudah dicampur begitu lama? Dan mengapa tak kunjung bertelur, beranak pinak, coba simak tulisan ini, yang saya kumpulkan dari artikel bagaimana kunci rahasianya cara sukses ternak jenis burung yang satu ini.

Pertama-tama perlu diketahui, bahwa kunci utama menangkarkan burung adalah bagaimana menyamakan waktu birahi antara jantan dan betina. Banyak sekali calon penangkar yang putus asa karena sudah dua-tiga bahkan mungkin enam tahun burung tangkarannya tidak pernah mau bertelor, atau kalaupun bertelor tidak berisi sperma jantannya (kosong), atau kalaupun telornya isi, tak mau mengeram/sarang dieker-eker lagi (telor jatuh, pecah berantakan) dan sebagainya. Intinya: burung yang ditangkar tidak pernah berproduksi.

Penyebab utama dari semua itu adalah masa birahi antara jantan dan betina tidak bersamaan waktunya. Perlu diketahui, burung betina mengalami masa birahi secara rutin setiap bulan (selalu datang masa subur setiap bulannya), sementara untuk pejantan belum tentu datang sama seperti betina. Suatu ketika, bisa jadi pejantannya birahi, tetapi betinanya pas tidak, dan sebaliknya.

Tanda burung birahi adalah agresif, bunyi terus-menerus, dan selalu bergerak lincah kesana-kemari. Karena agresifnya itu, dia sering mengejar-ngejar burung lain (jantan ngejar-ngejar betina dan sebaliknya). Jika masa birahi pejantan dan betina tidak bersamaan, maka hal ini menyebabkan berbagai hal.

Pertama, telor kosong. Itu disebabkan pejantan tidak mengawini betinanya, pada saat betina memasuki masa subur. Kalaupun betinanya mengeram, ya percuma, tidak akan menetas.

Kedua, sarang/telor berantakan. Ini dikarenakan masa birahi datang terlalu cepat. Seandainya betina sedang mengeram dan birahinya datang, atau pun sebaliknya, yakni pejantannya birahi pada saat betina mengeram, bisa dipastikan yang sedang birahi itu mengaduk-aduk sarang. Sesungguhnya, dia tidak bermaksud merusak telor atau sarang, namun itulah sifat alamiah burung ketika birahi, dia mencoba menyusun sarang. Nah karena burung punya kebiasaan bersarang pada tempat yang sama, yah bisa dibayangkan akibatnya: dia mengobrak-abrik sarang yang sedang ada telornya tak peduli itu telor mereka sendiri.

Ketiga, pejantan dan betina tidak akur. Bila masa birahi betina datang ketika pejantan “adem ayem” saja, maka dipastikan si betina mengejar-ngejar si jantan. Karena tidak birahi, si jantan terus menghindar dan pada saat yang sama si betina “naik darah” dan terus-menerus mengejar. Jika si pejantan bermental bagus, dia akan menyerang balik si betina bukan dengan maksud melayani haus seks si betina, tetapi benar-benar membalas patukan-patukan si betina, dan keduanya pun duel. Yang kalah bisa dipastikan terkapar megap-megap di pojok sangkar. Begitu juga sebaliknya, jika si jantan birahi pada saat si betina “datang bulan” (alias tidak subur ) misalnya, bisa dipastikan si betina selalu menghindar dan bisa-bisa membuat si jantan meradang dan benar-benar menyerang si betina dengan maksud menyakiti.

Kalau si betinanya membalas, yah akibatnya sama seperti yang saya sebutkan di atas.
Kalau jantan dan betina pernah bertempur habis-habisan dengan tujuan saling menyakiti seperti itu, maka bisa dipastikan untuk masa berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun, keduanya tidak akan memasuki masa birahi bersamaan.

Sebabnya sederhana, salah satunya (yang kalah duel) akan stres berkepanjangan. Stres burung dengan penyebab burung lain yang masih dalam satu kandang, memerlukan waktu lama untuk penyembuhannya apalagi jika burung itu tetap dicampur dalam satu kandang.

Dalam konteks menyamakan masa birahi ini, penting dibahas masalah perlunya burung mau diberi jangkrik langsung dari tangan (mau nyambar begitu didekatkan jangkrik di depan kandang). Kunci utama membangkitkan birahi burung adalah dari makanan berprotein tinggi. Namun demikian, Anda tidak bisa memberikan protein sebanyak-banyaknya kepada sepasang burung langsung bruk… begitu saja. Mengapa?

Nah dalam konteks inilah kita harus mengatur pemberian jangkrik langsung dari tangan kita kepada masing-masing burung. Taruhlah pada pagi hari saat kita memberi jangkrik burung kebetulan jangkrik pertama dan kedua disambar si betina, maka untuk lima jangkrik berikut harus untuk si jantan semua. Caranya, begitu si betina akan menyambar jangkrik di tangan kita, kita tarik tangan menjauh kandang, tetapi begitu si jantan yang menyambar, langsung kita berikan…begitu seterusnya sampai lima jangkrik terakhir dimakan semua oleh si jantan. Tak peduli mana yang menyambar jangkrik, yang jelas kita harus mengatur porsi jangkrik pembangkit birahi burung.

Ini sepertinya hal yang sederhana ya, tetapi inilah kunci sukses menyamakan bangkitnya birahi jantan-betina. Nah begitu birahi mereka bangkit bersamaan, mereka akan berkicau bersahut-sahutan, bercumbu (saling mematuk lembut alias bermesraan), membuat sarang bersama, kawin dan si betina bertelor.

Langkah selanjutnya setelah betinanya mengeram maka anda menyetop sama sekali pemberian jangkrik (atau apapun makanan berprotein tinggi) kepada keduanya. Kira-kira dua hari sebelum masa mengeram berakhir (12 hari) sejak mengeram hari pertama, barulah kedua pasangan itu diberikan jangkrik kembali, dengan porsi yang berbandingannya sama seperti tersebut diatas. Dengan treatment seperti itu, maka dipastikan pasangan burung anda akan harmonis dalam mengarungi bahtera rumah tangganya. Semoga sukses. (***)
Read more > CARA SUKSES MENANGKAR MURAI BATU

TERNAK MURAI PENGHASILAN TAMBAHAN WARGA DESA



Burung Murai Batu Medan bukan hanya menjanjikan, namun terbukti sanggup mensejahterakan ekonomi masyarakat desa di tepi hutan. Jayadi (45) Warga Rt 02/Rw 02, Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruan, Tuban. Ayah dua anak ini berprofesi sebagai mandor Perhutani, kini mempunyai penghasilan tambahan tiga juta rupiah setiap bulan dari hasil ternak dengan menangkar murai batu medan.

Jayadi memiliki empat kandang murai yang terletak di pekarangan depan rumah yang tak begitu luas. Dari situlah tambahan penghasilan jayadi, yang sanggup menyokong ekonomi rumah tangganya. “ Hasil yang saya peroleh cukuplah untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya. Ujar jayadi.

Dikatakan Jayadi, usaha ternak yang dimulainya delapan tahun silam, pada saat itu sepasang indukan murai batu harganya baru Rp 150.000.-. “Sekarang harga sepasang indukan yang siap produksi sudah sampai Rp 5.000.000.-,” katanya. Pada waktu itu yang memberi semangat untuk merintis usaha penangkaran adalah Asper Haris Triwahyunita, pada saat menjadi Sinder di Tawaran.

“Setelah terbukti bermanfaat, banyak yang ikut dan sangat membantu ekonomi masyarakat sekitar,” tutur Jayadi.

Perhitungan hasil setiap bulan yang berasal dari penangkaran, yaitu dari piyik yang baru menetas berumur satu minggu sudah laku Rp. 450.000.- per ekor. Sedangkan satu kandang dapat menghasilkan dua ekor sampai tiga ekor piyik. Jadi 2 ekor piyik kali 4 kandang adalah 8 ekor piyik kali Rp 450.000.-= Rp 3.600.000.-. Dikurangi untuk keperluan pakan Rp 150.000/kandang x 4 = Rp 600.000.-, jadi penghasilan bersih setiap bulan yang diraup Jayadi sebesar Rp 3.000.000.-.

Berkat keberhasilan Jayadi masyarakat sekitar banyak yang tertarik untuk berusaha menangkarkan murai batu medan, dan hasilnya sekarang sangat dirasakan oleh mayarakat sekitar hutan Perhutani Kebonharjo, seperti daerah Kecamatan Sale, Rembang. Ratusan kandang penangkaran burung murai batu medan tersebar di wilayah itu. Lebih ratusan piyik atau anakan murai batu medan yang dihasilkan setiap bulannya, namun demikian belum mampu memenuhi permintaan pasar yang begitu tinggi.

Sementara Asper Tawaran, Yudi Susanto mengatakan, kami sangat mendukung dan merespon positif usaha penangkaran murai batu medan, karena hasilnya sangat membantu ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar hutan. Menurutnya disamping ekonomi masyarakat meningkat dan sejahtera, begitu pula sangat berpengaruh positif terhadap keselamatan dan keamanan sumberdaya hutan. Pungkasnya
Read more > TERNAK MURAI PENGHASILAN TAMBAHAN WARGA DESA

Monday, August 12, 2013

Cara-Cara Merawat Murai Batu Liar

Cara-Cara Merawat Murai Batu Liar
Banyak para pecinta burung khususnya yang seneng dengan burung murai batu membeli burung tangkapan hutan, atau muda hutan yang masih liar, kemungkinan karena menyesuaikan isi kantong mereka masing-masing.

Mengapa diantara mereka membeli burung hasil tangkapan hutan, padahal burung liar sangatlah riskan akan kematian di karenakan burung tersebut belum terbiasa dipelihara oleh manusia, hasilnya pada burung tersebut adalah, burung menjadi rusak bulunya atau ekornya, diatas paruh atau moncongnya pastinya pada berdarah, burung tidak mau makan apalagi mengoceh, burung tidak mau anteng atau diam dan selalu nabrak-nabrak jika kita dekati dan masih banyak lagi karakter burung liar di dalam sangkar.

Karena itu untuk memelihara burung liar khususnya Burung Murai Batu ini ada beberapa Langkah perawatannya dan sebenarnya sangat sederhana, kita hanya cukup menghindari tindakan-tindakan yg akan menambah tingkat stressnya.

Tips ini tidak juga di peruntukan untuk burung murai saja, anda bisa menerapkannya kepada burung-burung liar lainnya dan bisa ada sesuaikan dengan karakter dan jenis burung masing-masing, dan di bawah ini adalah cara menjinakkan Burung Murai Batu yang masih liar atau giras, di ataranya adalah :

Gantangkan MB di tempat yg tenang, tdk sering dilewati orang, jauh dari suara2 bising atau yg bisa mengejutkannya, mempunyai sirkulasi udara yg baik & tidak terlalu panas (di atas 26derajat C) sperti di bawah atap seng.

Pada awal tiba di rumah bisa gunakan krodong dulu selama lebih kurang 1 minggu. Berikan multivitamin pada air minum & bila dirasa perlu berikan juga antibiotic untuk langkah antisipasi, karena kita tdk tau kondisi kesehatan MB yang sebenarnya pada saat kita beli. Ganti air minum dan bersihkan tempatnya dari endapan vitamin setiap hari.

Jangan terlalu tergesa-gesa untuk mengenalkan MB ( Murai Batu ) / MH ( MudaHutan ) dengan lingkungan yang ramai. Hasilnya bukan MB menjadi jinak tetapi kemampuan adaptasinya menjadi lambat dan yg lebih parah tingkat stressnya bisa menjadi semakin tinggi.

Juga tidak perlu tergesa-gesa mengajari MB MH ngevoer Berikan saja pakan kesukaan dia, seperti jangkrik, kroto, belalang, UH, UB atau yg lainnya. Berikanlah makanan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik ( jangkrik yang sehat, kroto segar / tidak basi, dll ).

Jika ingin menjemur MB, jemurlah sebentar pada pagi hari.

Kalau ada indikasi MB kutuan, tidak perlu tergesa2 untuk mengobati dengan obat kutu, terlebih yang disemprotkan dengan air.

Intinya tunggulah dengan sabar sampai gejala stress hilang. Indikasinya, MB MH terlihat tenang, sehat, aktif, sorot matanya bersih & syukur-syukur mulai ngriwik atau ngeplong.
Mengajari MB MH makan voer ( Ngevoer )

Pilih voer yang sesuai untuk MB & usahakan yangg mudah memperolehnya di tempat kita.
Haluskan voer & taruh didasar cawan lalu masukan kroto pada bagian atas. Pd tahap awal tidak perlu diaduk.

Setelah kira2 7 hari coba aduk kroto dengan voer halus, dengan komposisi lebih banyak kroto daripada voernya.

Coba tingkatkan porsi voer secara bertahap setiap hari.

Setelah yakin MB mau makan voer ditandai dg warna kotorannya, baru tempatkan voer & kroto pd cawan terpisah.

Pemilihan Sangkar

Bisa di coba dengan menggunakan sangkar yang tidak terlalu besar dahulu pada perawatan awal MB MH. Tujuannya untuk memudahkan mengajari MB keluar masuk sangkar ke keramba untuk mandi.

Mandi

Pada tahap awal masukan cepuk mandi ke dalam sangkar pada pagi hari. Letakan pada posisi cepuk tidak terkena kotoran, Semprot halus MB dengan sprayer, tidak perlu basah & tinggalkan saja. Lakukan setiap hari sampai dia mau mandi sendiri dalam cepuk. Sebenarnya untuk mandi kita tidak perlu mengajari, karena MB kalau sudah didis secara naluriah akan mandi sendiri.

Kalau sdh terbiasa mandi daalm cepuk, coba ajarkan masuk ke dalam keramba mandi. dengan meninggalkan cukup 1 tangkringan saja & memindahkannya ke depan pintu sangkar. Biasanya denga sedikit menggusah MB akan melompat masuk keramba mandi.

Kapan MB MH mulai boleh dimandikan? bisa memulainya setelah gejala stress sudah tidak terlihat lagi & yakin MB MH sudah sehat. Ada anggapan bahwa baru boleh dimandikan setelah MB ngevoer, menurut saya tidak sepenuhnya benar. Sebab saya pernah ngerawat MB MH sampai bertahun2 belum mau ngevoer.

Penjinakkan

Taruh sangkar di lantai setiap kita memberi pakan/EF. Jika MB mulai tenang mulailah kenalkan dengan keramaian secara bertahap. Gantang dari jauh dulu sambil setiap beberapa hari didekatkan. Untuk jinak total sebenarnya kecil sekali kemungkinannya, tetapi setidaknya MB MH dapat beradaptasi & mentoleransi keramaian.

Jemur

Saya biasa mengeluarkan MB pagi-pagi sekali sebelum matahari bersinar dan menggantangnya di tempat di mana apabila sinar matahari pertama memancar langsung mengenai MB. Pada tahap awal cukup jemur sebentar saja (sekitar 30 menit). Setiap beberapa hari terus ditingkatkan lama penjemurannya. Perlu diingat jagan menjemur MB sampai mangap dan tampak terengah-engah, itu pertanda MB terkena Heat Stress ( Strees Banget )

Umur berapa MB MH mulai ngeplong

Tdk ada batasan pasti. Semuanya tergantung bakat MB dan pola perawatan yang tepat terhadap MB kita. Asal MB sehat secara fisik dan mental “Pasti Bunyi”.
Read more > Cara-Cara Merawat Murai Batu Liar

Saturday, July 6, 2013

MODEL PERAWATAN MURAI BATU ANAKAN



Muraibatu anakan istilah lainnya disebut trotolan. Yang dimaksud muraibatu trotolan ini adalah usia sampai dengan kisaran 4 (empat) bulan. Setelah usia kisaran diatas 4 bulan, muraibatu anakan ini akan molting/mabung (rontok bulu) berganti menjadi muraibatu remaja. Setiap penghobby muraibatu sangat kenal dengan muraibatu anakan ini, sehinga pola rawatan hariannya pun bermacam-macam cara. Diantara pola rawatan yang sering kita jumpai, sebagai berikut:

  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Kroto full kroto di cepuk 
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Kroto 1 sendok makan ( pagi dan sore )
  • Jangkrik belum keluar sayap 3 s/d 5 ekor (siang)

  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 5-5 (pagi-sore)
  • Kroto 1 sendok makan ( siang )
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 5-3 (pagi-sore)
  • Kroto 1 sendok makan ( siang )
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 5-5 (pagi-sore)
  • Kroto 1 sendok teh ( siang )
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 5-3 (pagi-sore)
  • Kroto 1 sendok makan 3 kali seminggu 
  • UK (ulat kandang) 1 sendok makan ( pagi )

  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 3-3 (pagi-sore)
  • Kroto 1 sendok makan 3 kali seminggu 
  • UK (ulat kandang) 1 sendok makan ( pagi ) dan 1 sendok teh ( sore )
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 5-3 (pagi-sore)
  • Kroto 1 sendok makan 2 kali seminggu 
  • UK (ulat kandang) 1 sendok makan ( pagi dan sore)
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 5-5-5 (pagi- siang-sore)
  • UK (ulat kandang) 1 sendok makan ( pagi dan sore)
  • Kroto 0
  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Jangkrik belum keluar sayap 7-5 (pagi-sore)
  • UK (ulat kandang) 1 sendok makan ( pagi dan sore)
  • Kroto 0

  • Voer hijau pabrikan selalu sedia di cepuk
  • Kroto 1 sendok makan ( pagi dan sore )
  • Jangkrik belum keluar sayap 3-2 (pagi-sore)
  • UK (ulat kandang) 1 sendok makan ( pagi )
  • Semua model tersebut umumnya pernah dipakai oleh rekan-rekan penghoby muraibatu, malah-malah ada yang lebih minim dari semua model diatas. Sedang yang biasa/ pernah penulis pakai adalah model 2 , model 6 dan model 11. 

Dari model-model pakan yang ada umumnya penghoby memberikan pula vitamin-vitamin tetes dengan cara:

  • Dicampur di kroto
  • Dioleskan di jangkrik
  • Disuntikkan di jangkrik
  • Diteteskan di minuman

Adapun jenis-jenis vitamin yang dipakai, antara lain:

Vitamin B-compleks plus ( cair ) berfungsi sebagai menambah nutrisi pertumbuhan yang dianggap lengkap
Vitamin E ( cair ) berguna untuk pertumbuhan bulu
Minyak ikan ( cair ) protein diyakinii pendukung pertumbuhan bulu dan untuk mengkilapkan bulu
Calsium ( cair atau tablet ) bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tulang

Aneka macam waktu pemberian vitamin, diantaranya:

3 kali seminggu
2 kali seminggu
1 kali seminggu

Pemberian Extra Fooding ataupun vitamin secara berlebihan atau tanpa perhitungan tentunya mempunyai dampak. Dampak buruk yang muncul, antara lain:

Lambat mabung/molting : ditandai bulu yang mestinya sudah rontok menjadi tidak rontok
Boros biaya 

Maka tidak dianjurkan untuk pemakaian vitamin atau multivitamin tersebut diatas, kecuali jika pertumbuhan muraibatu trotolan dipandang kurang normal khususnya pertumbuhan bulu ataupun tulang. Hal ini dikarenakan pemberian pakan buatan (voer) yang dikombinasikan dengan extra fooding ( jangkrik, kroto, ulat kandang, dll) dianggap telah mencukupi untuk ukuran muraibatu trotolan.

Untuk selanjutnya Anda dapat membaca ARTIKEL LAINNYA SEPUTAR MURAI BATU yang ada di blog murai ini yaitu seperti : 
Read more > MODEL PERAWATAN MURAI BATU ANAKAN
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo