Pengaturan suhu mesin tetas sebenarnya cukup mudah, namun pada prakteknya seringkali terkesan sulit karena umumnya orang tidak tahu (atau tidak mau tahu?) cara kerjanya. Karena itu, untuk pengguna baru sangat disarankan untuk memahami cara kerjanya dan melakukan percobaan2 terlebih dahulu.
Pengaturan suhu juga sangat bergantung pada ketepatan kita membaca termometer. Untuk itu letakkan termometer di tengah2 telur untuk pembacaan paling akurat. Prinsip utama pembacaan suhu adalah memonitor suhu pada termometer pada saat lampu pemanas mati atau hidup. Inilah keuntungan mesin tetas yang menggunakan pemanas lampu pijar seperti pada Minorca karena sangat mudah mengetahui batas suhu terendah dan suhu tertinggi. Seperti diketahui suhu akan turun jika pemanas mati dan akan naik jika pemanas hidup. Namun demikian, pembacaan suhu hanya dapat dilakukan saat lampu pemanas hidup karena pandangan ke dalam mesin tetas akan lebih terang.
Sebelumnya, masukkan bak yang telah diisi air dan hidupkan mesin tetas dan biarkan selama 1-2 jam. Kemudian, untuk membaca suhu tertinggi, pandanglah skala pada termometer terus menerus hingga lampu padam, sesaat setelah lampu padam itulah yang menunjukkan suhu tertinggi. Sedangkan untuk membaca suhu terendah, tunggu hingga lampu hidup lagi. Sesaat setelah lampu hidup, baca skala pada termometer, maka itulah suhu terendah.
Jika suhu terendah menunjukkan angka lebih kurang 38oC dan suhu tertinggi adalah 38,5 – 39oC, maka pengaturan suhu telah tepat. Namun jika suhu terendah kurang dari 38oC dan suhu tertinggi lebih dari 39oC, maka lakukan pengaturan kembali dengan memutar baut pengatur 1/4 – 1/2 putaran. Namun demikian, mengingat pembacaan suhu yang tidak mungkin akurat 100%, maka penyimpangan +/- 0,5oC masih dapat ditoleransi.
0 comments:
Post a Comment