Monday, July 22, 2013

Cara membedakan murai batu jantan dan betina

Cara membedakan murai batu jantan dan betina - Seberapa pentingkah kita harus mengetahui perbedaan antara jantan dan betina khususnya untuk burung yang sedang terkenal dengan harga yang lumayan diperhitungkan ini (Murai Batu), karena kebanyakan dari beberapa burung kicauan dari mulai kacer, cucak hijau, jalak suren, jalak nias, lovebird, plentet, murai batu, dan juga jenis burung lainnya yang lebih sering dan banyak variasi kicauannya adalah yang berjenis kelamin jantan. Untuk itu sangatlah direkomendasikan oleh para ahli perburungan jika ingin membeli yang berjenis kelamin jantan.
 
Bagi sebagian orang, cara membedakan murai batu jantan dan betina sangatlah mudah, namun sebagian lain, menganggap bahwa hal tersebut sangat sulit mengingat ciri-ciri murai batu jantan dan betina tidak terlalu berbeda. Bagi para kicau mania yang mungkin belum terlalu faham mengenai perbedaan antara Murai batu Medan yang jantan dan betina, dan berikut adalah ciri-cirinya:

1. Ciri-ciri Murai Batu jantan :

  • Bertubuh besar dan kekar
  • Warna bulu yang kontras, yang hitam pekat pada bagian kepala dan punggung serta memiliki dada yang berwarna kecoklatan atau merah tua.
  • Panjang ekor Murai Batu jantan biasanya lebih dari 17 cm.
  • Pada saat berkicau, Murai Batu jantan mempunyai variasi yang cukup banyak dan tidak monoton, selain itu, volumenya sangatlah keras dan biasanya lebih gacor.
2. Ciri-ciri Murai Batu betina :

  • Ukuran tubuhnya cukup kecil
  • Memiliki warna bulu yang sedikit pudar hampir keabu-abuan dan tidak setajam Murai batu jantan. Namun, ada beberapa kasus dimana Murai Batu betina memiliki warna yang identik dengan jantan.
  • Dengan umur yang sama dan proses perawatan yang sama pula, namun panjang ekor Murai Batu betina lebih pendek dari pada jantan, panjangnya kurang lebih 10 s/d 15 cm, meskipun dalam beberapa kasus ada yang lebih panjang.
  • Suara yang dimiliki Murai betina lebih kecil dan tipis dan tidak variatis dan kurang gacor.
Demikian yang dapat disampaikan sebagai bahan pertimbangan, namun seperti yang sudah disampiakn diatas jika anda ingin memeiliki Murai Batu Medan selayaknya jangan malu bertanya kepada teman yang kebetulan memiliki Murai Batu Medan yang sudah ahli.
Read more > Cara membedakan murai batu jantan dan betina

Perbedaan Lovebird Impor Dengan Lovebird Lokal

Perbedaan Lovebird Impor Dengan Lovebird Lokal - Pada dasarnya tidak ada, karena yang dibicarakan adalah mahluk yang sama, yaitu lovebird. Lovebird mau lahir di Belanda, mau lahir di Amerika, mau lahir di Taiwan, mau lahir di Indonesia, mau lahir di Mesir, dst dst, tetaplah seekor lovebird. Soal kenapa hal ini jadi pertanyaan di kalangan pecinta lovebird di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Banyak peternak lovebird di Indonesia yang masih awam mengenai pengetahuan dasar lovebird, mana yang roseicollis/ peachface, mana yang fischeri/ dakocan kepala emas, mana yang personatus/dakocan kepala hitam, dll. Yang terjadi adalah karena lovebird adalah peliharaan yang lagi nge-TOP dan berharga relatif tinggi, semua orang berlomba-lomba untuk mengeruk untung secepat mungkin. Yang terjadi adalah pencampuran jenis-jenis spesies lovebird antara satu dengan lainnya, dimana yang beternak, yang menjual dan yang membeli tidak tahu apa yang diternak, dijual dan dibeli, asal itu seekor lovebird. Hasilnya: lovebird barong, lovebird kacamata yang galurnya sudah campur baur

2. Di Eropa pada umumnya dan Belanda/ Belgia pada khususnya, peternak lovebird di sana (99%) menganut sistem galur murni, dimana lovebird tidak disilang antara satu spesies dengan spesies lainnya, jadi lovebird yang dihasilkan adalah lovebird berstandar spesies yang bersangkutan. Contoh: Personatus hijau yang tidak berbulu oranye di dadanya

3. Di Eropa pada umumnya dan Belanda/ Belgia pada khususnya, banyak peternak yang melakukan seleksi indukkan yang akan diternakkan, jadi hanya yang berbodi besar yang dipasangkan dan diternakkan. Hasilnya adalah anakan yang bodinya besar-besar. Jika yang berbodi besar terus menerus dikawinkan dengan bodi besar lain setelah beberapa generasi, terjadilah standarisasi bodi besar pada lovebird tersebut.

4. Soal isu/ mitos bahwa lovebird impor adalah mandul adalah tidak benar. Kenyataannya adalah diperlukan sebuah tahap adaptasi dari daerah Eropa (empat musim dan humiditas udara yang kering) menuju Indonesia (panas sepanjang tahun + hujan dan daerah humiditas tinggi). Belum lagi tahap penyesuaian dari shock/ trauma perjalanan udara untuk membawa mereka kesini. Burung impor Biasany waktu adaptasi adalah sekitar 6 bulan sebelum mereka terbiasa dan mulai bertelur. Para anak dari indukan ini tentunya sudah terbiasa dengan iklim Indonesia jadi tidak perlu beradaptasi lagi setelah mereka menjadi dewasa.

Jika kita menganut prinsip yang sama dengan para peternak Eropa, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan menjadi unggul. Lovebird adalah burung asli dari Afrika, dimana musim/ iklim disana sangat mirip di Indonesia. Indonesia mempunyai suhu yang relatif stabil sepanjang tahun (25-35 celcius) dan humiditas yang konstan, lebih unggul dari eropa yang suhunya bisa sampai minus di musim dingin, sampai 40 derajat dimusim panas, belum lagi humiditas yang naik turun. Asal penempatan kandang dan cara kita merawat benar, pasti para lovebird ini akan lebih produktif di Indonesia

Semestinya hal ini tidak hanya untuk lovebird saja, contoh lain dalam hal ini adalah Parkit Holland. Bisa dibedakan ukuran antara parkit ini dengan parkit yang biasa dijual dipasar lokal, ukuran bodi bisa hampir sampai 50-70% lebih besar!

Dari berbagai sumber
Read more > Perbedaan Lovebird Impor Dengan Lovebird Lokal
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo