Saturday, March 16, 2013

Proses Perkembangbiakan Semut Rang Rang

Hal-hal apa saja sih...yang harus di lakukan dalam proses perkembangbiakan semut rangrang. Sebelum masuk ke materi inti proses perkembangbiakan. Saya ingin bertanya kepada anda sekalian.


Berapa kilo target anda dalam 2 ( Bulan ) kedepan untuk panen awal ?
Sekilo, dua kilo...tiga kilo atau lebih banyak lagi.

Kenapa saya bertanya target anda dalam beternak semut rang rang penghasil kroto ini. Tidak lain hanya ingin mengajak anda benar-benar memperoleh penghasilan tambahan, Bukan hanya uji coba. Kalau anda.rekanku sekalian cuma ingin praktik barang satu atau dua tempat/ wadah/toples. saya berani menjamin 100% target yang anda harapkan dari awal. meski sekedar ingin mempelajari tidak akan terwujud maksimal.

PRINSIP DASAR BETERNAK APA SAJA KALAU INGIN MENDAPAT HASIL

Jangan main-main / uji coba yang tidak tertarget. Misal begini....

"Ah saya mau beternak kroto 1 toples aja dulu...kalau nanti hasilnya memuaskan saya akan menambah jumlahnya. Tidak salah sih...anda punya pemikiran demikian... tapi.....ingat..Saya berani meyakini hasilnya akan MAIN-MAIN / UJI COBA juga. saya kira dengan hasil main-main/ uji coba ini perasaan anda juga tidak akan puas."

Alami, natural hal ini, tingkat kepuasan tidak ada. Ujung-ujungnya anda tidak akan menambah jumlah ternak anda. Jangankan menambah mengulangi saja..OGAH. Anda berselancar lagi di dunia maya/ internet ketemu sebuah metode baru lagi...misal cara cepat beternak tomcat. Anda tergiur...dan mencoba lagi dengan prinsip serta trik sama dengan anda beternak kroto.

Mari kita Hitungan matematika sebentar.

AGAR MEMPEROLEH PENGHASILAN TAMBAHAN JUGA KEPUASAN TAHAP AWAL USAHAKAN :

    * TARGET 1 (SATU) KILOGRAM PANEN AWAL/ PERTAMA ( Harga Rp.75.000,-

    * 1 Toples ( Di dalamnya HARUS  terisi elemen semut rang rang  lengkap )

    * Waktu ternak 1 Bulan ( 30 Hari )

1 Toples = 15 s.d 25 Hari >>>> Menghasilkan 0,5 Ons Kroto
1 Kg = 10 Ons
Jadi Butuh Toples 20 Buah Untuk Menghasilkan 1 kg Kroto

HITUNGAN SIH.. MUDAH TAPI PRAKTIKNYA SUSAH...HARGA TOPLES BARU SAJA 7 RIBU PER BUAH.

Makanya saya ajak anda hitungan dulu....Yang penting target anda panen pertama 1 ( satu ) kilogram biar dapat uang 75 ribu. Uang 75 Ribu ini belikan toples baru.

Terus...wadah/ toples yang di pakai awal gimana ?
Pakai seadanya kalau anda ingin GRATIS semua. cari toples atau wadah yang sama bentuknya dengan toples. Wujudnya tidak terlalu mempengaruhi proses ternak anda. ( Dengan catatan cuci bersih sebelum di pakai karantina) . Pecah apa bisa...bisa...yang penting masih ada pasangannya lalu kaitkan dengan lakban.Kalau terpaksa.... pakai bambu. Meski dengan media bambu ada kendala sedikit saat panen.

Intinya....bagi anda yang pemula, usahakan punya target panen awal 1 kg dengan kebutuhan 20 toples dan isi dengan elemen semut lengkap. Pada bulan kedua anda akan memperoleh 2 kg kroto,, bulan ketiga 3 kg dst.



Read more > Proses Perkembangbiakan Semut Rang Rang

Berburu Semut Rangrang

Kalau tempat / kandang ternak - tangkar sudah siap.
Rak atau pengganti rak sudah tersedia.
Dan peralatan memulai beternak semut rangrang penghasil kroto sudah ada,
tinggal kita berburu semut rangrang cs di alam raya.

Karena bibit untuk kita ternak/ tangkarkan GRATIS di sediakan di alam oleh Tuhan penguasa semesta alam. Pada point ini adalah point yang bisa di bilang bikin kita "was-was". Di sisi lain keinginan kita kuat sekali untuk memulai ternak, di lain sisi kita takut di gigit mesrah puluhan laskar semut prajurit.


Cerita ini bukan mau menakutin tetapi memang begitu adanya,, makanya sebelum berburu / mencari bibit semut rangrang Cs perlu mempersiapkan perbekalan dulu. Dan apa-apa yang perlu anda siapkan atau di bawa saat berburu akan saya ulas pada postingan kali ini.

Semut rangrang adalah serangga eusosial (sosial sejati), dan kehidupan koloninya sangat tergantung pada keberadaan pohon (arboreal). Mereka membuat sarang yang terbuat dari lembar-lembar daun yang mula-mula saling direkatkan oleh semut-semut pekerja, kemudian diperkuat dengan sutra yang dikeluarkan oleh larvanya. Di dalam sarang dapat ditemukan ratu semut yang berwarna hijau muda kemerah-merahan, dan ribuan semut pekerja berukuran besar (disebut “maksima”) dan berukuran kecil (disebut “minima”). Pekerja maksima bertugas untuk mencari pakan, mempertahankan dan mengelola sarang, dan memperbesar koloni, sedangkan pekerja minima bertugas mengasuh semut-semut muda, dan sekaligus beternak serangga-serangga simbion, misalnya kutu perisai. Perilaku “beternak” ini sering mengkuatirkan petani, karena hal ini berarti juga memelihara “hama potensial” pada tanaman budidaya.

Semut rangrang tidak mengumpulkan pakan di dalam sarangnya, tetapi mendapatkan pakan dengan cara “memerah” cairan manis dari kutu-kutuan atau larva kupu-kupu lycaenid, kemudian membagikannya pada larva di dalam sarang.

Sebelum di lanjut coba anda pahami dulu ulasan berikut ini :

Semut rangrang dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut prajurit ,semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Sudah bisa mencerna maksud ulasan di atas. Bisa membedakan antara Koloni dan Sarang. Hal ini perlu saya luruskan di postingan kali ini karena seringkali teman-teman beda presepsi. Kurang benar dalam mengartikan  arti sarang dan arti koloni dalam dunia "persemutan".

Sederhananya begini.....ada kebun pohon mahoni luasnya satu hektar. Di bagian pojok ada satu pohon mahoni terdapat empat sarang semut rangrang. Gabungan keempat sarang dalam satu pohon mahoni di pojok tadi di sebut koloni dalam scope/jangkauan kecil.

Dalam scope / jangkauan besar / luas gimana ? Kebun mahoni tadi kan luasnya satu hektar..dan tidak mungkin cuma satu pohon mahoni saja yang di huni oleh semut rangrang, tetapi banyak pohon. Maka koloni dalam scope / jangkaun luas pada area kebun mahoni ini adalah Gabungan dari banyak sarang-sarang antara pohon mahoni satu dengan pohon mahoni lain yang terdapat di satu area kebun mahoni seluas satu hektar tadi yang membentuk satu kesatuan.

Kalau masih "njelimet" di sederhanakan lagi.

Intinya begini, kalau sedang berburu semut rangrang cs untuk kita ternak-tangkarkan, usahakan jangan mencampur semut rangrang cs yang berbeda wilayah / daerah / area/ tempat.

Satu tempat/ daerah/ wilayah = satu rak

Kenapa.?
Karena berbeda Koloni.
Kenapa kalau beda koloni.?
Di kuatirkan tidak sepaham / tidak sehati dan di mungkinkan terjadi perkelahian...akibatnya banyak semut rangrang cs yang mati.

Berarti apa saja yang kita siapkan dalam berburu :


  • Survey tempat / wilayah / area

 Apa kegunaan survey ini ?? yang jelas kita tahu jumlah yang akan kita boyong ke rumah. Dan juga kita mengetahui jumlah toples / media lain... untuk menampung dalam satu koloni scope / jangkauan besar dalam satu daerah hasil survey kita. Kita bisa meminimalisir kematian karena semut berkelahi.


  • Jangan di ambil serentak / langsung antara sarang / koloni di daerah satu dengan daerah lain kecuali rak kita lebih dari satu. 


( Satu rak usahakan untuk satu koloni dalam scope/ jangkaun besar ) Pertanyaannya bagaimana kalau cuma sedikit yang kita peroleh dan rak masih lebar. ( akan kita bahas nantinya di postingan yang akan datang sub bahasan ( Cara menyatukan semut yang berbeda koloni )


  • Harus ada yang menemani kita pada saat berburu.


Fungsi dan kegunaannya untuk membantu kita dalam mengambil sarang nantinya, ingat semut rangrang ini agresif. Harus cepat kita bergerak kalau tidak ingin di gigit. Makanya harus ada teman dan kita bisa berbagi tugas.


  • Bawa ember besar,sarung tangan karet,tepung tapioka, abu gosok bekas pembakaran, sabit, pisau atau gunting taman. ( Silahkan anda cari sendiri enaknya pakai alat apa untuk operasionalnya )


Fungsi abu gosok = Hanya untuk menghardik...jangan di tabur di semut karena semut akan mati.


  • Tongkat panjang / Galah


Read more > Berburu Semut Rangrang
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo