Wednesday, February 27, 2013

jenis dan kandungan nutrisi pakan alami dan buatan



Pakan Murai Batu

SAMA dengan burung lain pada umumnya, murai batu memerlukan menu pakan yang variatif sehingga ia mendapat kecukupan nutrisi, vitamin, dan mineral. Pakan yang bagus harus mempunyai kelengkapan berikut ini:
  • Nutrisi. Protein dan karbohidrat
  • Vitamin. Vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Bahkan pakan yang baik harus mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCI, Folic Acid, dan Ca-D.
  • Mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Mineral yang diperlukan oleh murai batu adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, tuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.

1. Pakan Buatan
Makanan yang diberikan dalam usaha penangkaran murai batu dalam jumlah yang cukup banyak adalah makanan buatan pabrik. Di samping itu Anda juga bisa memberikan makanan ekstra berupa serangga, ulat, dan jangkrik untuk melengkapi kebutuhannya sehingga burung tetap sehat dan bergairah.
Beberapa keuntungan dari penggunaan pakan buatan sebagai makanan burung murai batu adalah:
  • Kandungan gizinya lebih lengkap dan mudah diatur sesuai dengan kebutuhan dan umur burung.
  • Tidak ada ketergantungan pada musim karena dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama dan mudah diperoleh
  • Dapat digunakan dalam keperluan budidaya yang besar.
Salah satu jenis makanan buatan untuk murai batu adalah voer. Sebaiknya Anda memilih voer yang berkadar protein sedang, yaitu 12-18 persen. Voer yang berharga mahal belum tentu cocok dengan sistem metabolisme setiap burung. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya.

2. Makanan Tambahan
Berikut ini contoh makanan tambahan dan makanan ekstra untuk murai batu

  • Kroto Segar
Kroto segar merupakan menu utama sekaligus yang paling berbagai jenis burung. Kadangkala kroto segar sulit didapat terutama pada musim penghujan. Kroto yang diberikan pada burung haruslah yang segar, kalau kroto yang diberikan sudah tidak segar dan sudah berbau dapat menyebabkan burung sakit, seperti mencret atau burung keracunan makanan. Kroto segar berwarna putih bersih dan tidak berbau.
Dalam pemberian kroto, usahakan diatur takaran yang pas untuk dimakan habis oleh burung Anda. Sehingga terhindar dari sisa kroto yang menjadi bau di tempat makanan burung Anda.

  • Jangkrik
Jangkrik merupakan pakan alami untuk memacu suara kicauan dan meningkatkan gairah dan stamina burung. Sebelum diberikan pada burung Anda, sebaiknya kaki belakang jangkrik yang tajam dibuang, sehingga memudahkan burung untuk menelannya.

  • Cacing Tanah
Cacing tanah saat ini digunakan secara luas oleh para penangkar burung untuk pakan berbagai burung. Pakan ini berfungsi untuk meningkatkan birahi pada burung tangkaran, baik burung jantan maupun betina pada masa perkawinan dan meningkatkan produktifitas indukan betina dalam bertelur.

  • Ulat Hongkong
Pakan ini sama fungsinya dengan cacing tanah. Hanya saja pemberian pada burung harus dibatasi. Karena pemberian pakan ini secara berlebihan dapat memicu penyakit katarak pada mata burung Anda.

  • Kerikil dan Pasir
Seperti unggas lainnya, burung cucakrawa memerlukan makanan pembantu seperti kerikil, batu kecil atau pasir, sejenis pecahan karang dan batu padas yang berfungsi untuk melancarkan proses pencernaannya. Ini semua harus tersedia dalam kandang penangkaran agar selalu tersedia bila burung yang Anda tangkarkan memerlukannya



 
Read more > jenis dan kandungan nutrisi pakan alami dan buatan

Penggangu tersebut antara lain:



Beberapa hal yang dapat berakibat buruk pada burung (beberapa gangguan pada burung)

* Penyakit - Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.

* Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).

* Kimiawi –  penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.

* Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin?

Pertama-tama menyingkirkan segala cacing, kutu, mikroba pengganggu dan parasit lainnya.

Kedua, pastikan tidak satu pun dari burung Anda menjadi pembawa virus bibit penyakit, misalnya Polyoma.

Ketiga, berikan gizi yang cukup selama burung meranggas/mabung dengan pakan yang bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yang bagus bukan berarti pakan yang banyak, sebab terlalu banyak pakan yang hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.

Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.




Read more > Penggangu tersebut antara lain:
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo