Wednesday, September 22, 2010

Beberapa Kajian dan Teori Tentang Mukjizat Nabi Musa, Kenapa Laut Merah Terbelah ?


HAMPIR semua orang di dunia percaya Nabi Musa dengan bantuan Tuhan membuat mukjizat membelah Laut Merah saat memimpin bangsa Israel melarikan diri dari kejaran pasukan Mesir. Namun, kini muncul teori baru soal kejadian yang ditulis di kitab suci itu.

Sebuah simulasi komputer terbaru menyodorkan kemunungkinan lain.

Hasil simulasi menunjukkan kemungkinan besar terbelahnya Laut Merah dibantu tiupan angin yang sangat kencang pada saat itu.

Simulasi yang dikerjakan sejumlah ilmuwan Amerika Serikat itu menunjukkan bagaimana embusan angin kemungkinan besar menciptakan sebuah jembatan tanah di sebuah lokasi.

Jembatan inilah yang memungkinan bangsa Israel melewati Laut Merah dengan aman.

Delta Sungai Nil


Dalam temuan yang sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Plos One ini, para ilmuwan mencoba membuktikan bahwa tiupan angin kencang dari arah timur yang terjadi sepanjang malam, bisa jadi mendorong air laut ke arah alur sungai purba yang diyakini sudah menyatu dengan laguna di sepanjang pantai.

Akibat air laut yang terdorong ke dua arah, sebuah jembatan tanah terbentuk yang membuat bangsa Israel bisa melewati jalan berlumpur dengan selamat.

Ketika angin berhenti berembus, air laut kembali menyatu dan bersamaan dengan lewatnya pasukan Mesir, yang di dalam Kitab Perjanjian Baru digambarkan binasa seluruhnya.

Penelitian ini dilakukan berdasarkan sebuah rekonstruksi di Delta Sungai Nil yang dari sisi lokasi dan kedalamannya mirip dengan Laut Merah pada masa Nabi Musa.

“Simulasi ini hampir cocok dengan apa yang terjadi dalam kitab Perjanjian Lama,” kata pimpinan peneliti Carl Drews dari Pusat Penelitian Riset Atmosfer Nasional AS (NCAR).

“Pembelahan air dapat dipahami melalui dinamika air. Angin memindahkan air sesuai hukum fisika, menciptakan sebuah celah aman dengan air di kedua sisi sebelum kemudian air kembali ke tempat semula,” tambah Drews.

Penelitian soal mukjizat Nabi Musa ini merupakan bagian dari sebuah proyek penelitian yang lebih besar tentang pengaruh angin terhadap kedalaman air.

Beberapa Teori

Dalam Kitab Keluaran di Kitab Perjanjian Lama, dikisahkan Nabi Musa dan bangsa Israel terjebak di antara pasukan Mesir yang terus mendekat dan tepian laut yang diyakini adalah Laut Merah.

Menurut Kitab Suci dengan bantuan Tuhan, sepanjang malam angin timur berembus kencang yang kemudian membelah laut untuk menciptakan sebuah jalan dengan dinding laut di kedua sisinya.

Melalui jalan inilah, bangsa Israel mencapai sisi lain Laut Merah. Namun, ketika pasukan berkuda Firaun mengejar, air laut kembali menyatu dan menenggelamkan seluruh pasukan Mesir.

Sebelum hasil simulasi yang dikerjakan para ilmuwan Amerika Serikat ini, sejumlah ilmuwan lain sudah mengajukan teori bahwa kejadian itu adalah semata-mata proses alam.

Beberapa ilmuwan berspekulasi gelombang tsunami yang mengakibatkan laut bergerak mundur dan kembali lagi ke posisi semula dengan cepat.

Namun teori itu diragukan karena tsunami tidak mungkin membuat air terbelah selama semalam penuh.

Read more > Beberapa Kajian dan Teori Tentang Mukjizat Nabi Musa, Kenapa Laut Merah Terbelah ?

Theo L Sambuaga Terpilih jadi Presiden Direktur Grup Lippo yang Baru

Theo L Sambuaga menjadi Presiden Direktur Lippo Group menggantikan Roy Edu Tirtadji. Pergantian ini sekaligus menandai ulang tahun ke-60 kelompok usaha Lippo Group yang didirikan oleh Dr Mochtar Riady tersebut.

Sebagai politisi senior, yang selama tujuh tahun ini juga menjadi komisaris di Lippo Group, Theo bertekad terus memperkuat bisnis yang dijalankan dalam pemberdayaan pencerahan masyarakat, sekaligus ingin membawa Lippo memimpin di bidang bisnis properti. "Saya ingin Lippo Group tidak hanya berorientasi bisnis. Kami ingin berperan dalam pemberdayaan dan pencerahan masyarakat lewat bisnis yang dijalani," katanya kepada pers di acara ulang tahun ke-60 Lippo Group di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (22/9).

Ia ingin mengaplikasikan Lippo Group dengan visi membangun kemitraan dunia usaha dan negara yang pada akhirnya memberi kesejahteraan kepada rakyat banyak. "Saya menerima kepercayaan dan tugas ini. Saya ingin menyumbang pengalaman saya selama ini di bidang publik dengan dukungan kerjasama dari seluruh manajemen dan unit-unit bisnisnya," ujarnya.

Theo mengaku menjadi presdir tanpa harus melalui jalan sulit, padahal orang lain harus melakukan kampanye untuk itu. “Saya adalah presiden yang paling mudah meraih kekuasaan, jadi tak perlu kampanye untuk menjadi presiden seperti yang dilakukan oleh calon-calon presiden sebelumnya," selorohnya.

Terkait posisi barunya ini Theo optimistis hal itu tidak akan mengganggu sepak terjangnya di politik. Ia sampai saat ini juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Lippo Group James Tjahaya Riady mengatakan pilihan atas figur Theo Sambuaga sudah sangat tepat. "Dari 10 orang yang saya temui, 20 mengatakan bahwa dia [Theo Sambuaga] orang baik. Reputasinya tak diragukan lagi," katanya.

Theo dilahirkan di Manado, 6 Juni 1949. Ia alumnus KSA IV Lemhanas dan meraih Master of International Public Policy) The Paul H Nitze School of Advanced International Studies (SAIS) Johns Hopkins University, Washington DC. Lama berkiprah dalam dunia bisnis dan politik. Gelar sarjana diraihnya dari FISIP Universitas Indonesia.

Dalam karier politiknya, Theo pernah menjadi Menteri Negara Pemukiman dan Prasarana Wilayah Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan. Theo juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja pada Kabinet Pembangunan VII tahun 1998.

Read more > Theo L Sambuaga Terpilih jadi Presiden Direktur Grup Lippo yang Baru
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo