Thursday, May 2, 2013

Perawatan perkutut untuk persiapan lomba


Perkutut yang hendak dipersiapkan pemiliknya untuk berlomba yang telah memenuhi criteria penilaian (baca criteria penilaian burung perkutut), maka piyik pilihan tersebut harus kita perhatikan dan kita rawat secara intensif, kita perhatikan kondisinya, dijaga menu makanannya, Yaitu pada usia 1,5 bulan burung perkutut kita kasih obat cacing, setelah itu kita masukan pada kandang ranji dengan betinanya di  dari kecil red) bisa juga dengan baby sitternya. Biasanya piyik jantan tsb akan genit dan nakal, yang akhirnya rajin bunyi.

Adapun menu makanannya terdiri dari milet,gabah putih dan sedikit ketan itam, dimana ketan itam berfungsi untuk menghangatkan badan, namun porsinya jangan terlalu banyak. Dan menu makanan ini sebaiknya setiap hari diganti.. dengan yang baru.. setelah menu makanan diatur sedemikian rupa maka pada hari jum’at burung yang akan dilombakan tersebut kita mandikan dengan air bawang daun yang telah dilumatkan atau air bekas cucian beras atau air daun sirih sesuai kebiasaan.. mandikan burung tersebut sampai basah kuyup dan diangin anginkan. Antara pukul 7.00 s.d 10 wib supaya segar sehinga pada saat di lomba benar benar prima. Setelah itu baru diberikan perahan daun katuk, saga, masing masing tiga tetes, lalu masukan ke dalam kandang soliter (kandang lomba red), bias juga masukan ke kandang lomba pada saat sabtu sore.. tergantung kebiasaan.

Daun katuk sangat bermanfaat untuk menjernihkan suara, sehingga dengan memberikan perahan /dilolohkan daun katuk secara berkala dapat menjernihkan suara selain itu untuk menjaga suhu tubuh tetap prima sehingga nafsu makan meningkat yang akhirnya burung tersebut rajin bunyinya. Dan burung tersebut siap untuk dibawa ke arena lomba
Read more > Perawatan perkutut untuk persiapan lomba

Pengobatan perkutut yang sakit


Musim pancaroba seperti sekarang ini yang merupakan musim peralihan dari kemarau ke musim hujan memang merupakan saat yang paling banyak menyebabkan penyakit, terutama penyakit gangguan pernafasan seperti flu, batuk, influensa dan pilek.

Bukan hanya manusia yang banyak mengalami penyakit gangguan pernafasan seperti itu, tapi juga burung perkutut. Sehingga seringkali Bird Farm (peternak perkutut) terutama yang berskala besar dalam jumlah kandang, cukup repot karena banyak perkututnya yang terkena influensa yang dapat mengakibatkan kematian.

Burung perkutut yang terserang flu, pada awalnya tampak sering diam saja dan bulu muka serta bulu badannya berdiri. Hal ini disertai pula dengan mata yang mengantuk dan hidung yang berlendir. Setelah memasuki hari kedua dan ketiga, perkutut yang sakit tersebut kondisinya semakin buruk. Selain hanya diam dan mengantuk, perkutut yang sakit flu juga tidak mau makan dan minum, sehingga badannya menjadi kurus dan lemas. Jika tidak segera diobati, biasanya pada hari ketiga ini atau paling lambat hari ke-4, perkutut yang terserang flu ini akan mati.

Untuk mengobatinya dilakukan dengan cara pemberian kapsul terafit yang banyak dijual di pasar burung. Caranya: 5-7 butir kacang hijau direndam dalam air hangat hingga agak lunak (direndam sekitar 20 menit), kacang hijau yang sudah lunak itu ditiris dan direndam dalam mangkok kecil yang berisi bubuk kapsul terafit yang dicairkan dengan 1 sendok makan air matang dan biarkan selama 5 menit.

Burung yang sakit flu diberikan kacang hijau rendaman obat terafit dan pastikan setiap butir kacang hijau tersebut sudah masuk ke dalam temboloknya , kemudian sisa larutan terafit juga diberikan kepadanya hingga habis. Maksud dari pemberian kacang hijau dan air yang dicampur dengan obat terafit adalah sebagai makanan, minuman sekaligus obat, karena seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa burung perkutut yang terserang penyakit flu, tidak mau makan dan minum.
Pada sore hari, burung perkutut yang sakit flu diberikan 2-3 potongan kecil bawang merah dan bawang putih, serta hidung dan badannya kita usapkan dengan bawang merah yang sudah ditumbuk halus supaya badannya menjadi hangat. Setelah diberikan bawang, berikan pula 7 butir kacang hijau yang sudah direndam air hangat tanpa obat terafit. Dan sangkarnya digantung di dalam rumah atau di teras rumah dan di dekatkan dengan lampu supaya hangat.
Perlakuan seperti di atas dilakukan selama 3 hari berturut-turut, pada hari ke-4 hingga hari ke-7, pemberian obat terafit dihentikan, karena perkutut yang sakit flu sudah membaik dan bisa makan – minum sendiri. Tetapi pada sore harinya masih perlu diberi bawang merah dan beberapa butir kacang hijau rendaman dengan tujuan membantu proses pemulihan kesehatan.

Untuk mencegah penyakit saluran pernafasan, maka yang harus diperhatikan adalah :

  1. Jaga kebersihan sangkar / kandang serta tempat makan dan minum.
  2. Berikan makanan tambahan berupa ketan hitam dan sedikit godem pada musim hujan.
  3. Jangan sampai perkutut terkena air hujan.
  4. Jangan memandikan perkutut pada saat cuaca tidak mendukung.
  5. Berikan setiap minggu, beberapa potong kecil bawang merah dan bawang putih serta 5 butir kacang hijau yang sudah direndam hingga lunak untuk memperkuat daya tahan tubuh.
  6. Segera pisahkan perkutut yang sakit untuk menghindari menularnya penyakit.

Read more > Pengobatan perkutut yang sakit
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo