Monday, March 18, 2013

Burung dan perkembangannya

 
Burung Tledekan
Burung Colibri
Burung Colibri
Burung Cucak Jenggot
 
Jenis burung sangat banyak dan bervariasi, mulai dari burung kolibri yang kecil mungil, hingga burung unta yang lebih tinggi dari manusia. Menurut data yang ada selama ini, diperkirakan terdapat sekitar 8.800-10.200 spesies burung di seluruh dunia. Dan lebih dari 1.500 jenis (spesies) ada di Indonesia.
 
Burung termasuk ke dalam anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.
 
Semua jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas Aves.
 
Evolusi dan Morfologi Burung
 
Evolusi Burung
Burung Bangau
 
Walaupun burung termasuk hewan berdarah panas, menurut sejarahnya, burung berkerabat dekat dengan keluarga reptil. Bersama kerabatnya terdekat, suku Crocodylidae alias keluarga buaya, burung membentuk kelompok hewan yang disebut Archosauria.
 
Diperkirakan burung berkembang dari sejenis reptil di masa lalu, yang memendek cakar depannya dan tumbuh bulu-bulu yang khusus di badannya. Pada awalnya, sayap primitif yang merupakan perkembangan dari cakar depan itu belum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh terbang, dan hanya membantunya untuk bisa melayang dari suatu ketinggian ke tempat yang lebih rendah.
 
Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat.
 
Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk.
 
Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan.
 
Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya. Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna dan bentuknya. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau daun, coklat gelap atau burik untuk menyamar, dan lain-lain.
 
Ada yang memiliki paruh kuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buah yang keras, runcing untuk menombak ikan, pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkap serangga terbang, atau kecil panjang untuk mengisap nektar. Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.
 
Fosil Dinosaurus mirip dengan Burung ditemukan di China
 
Fosil Burung Purba
 
Beberapa peneliti China telah menggali fosil dinosaurus mirip burung dengan empat sayap di China timur-laut, yang mereka duga adalah penghubung yang hilang dalam evolusi dinosaurus menjadi burung. Dalam satu laporan di jurnal “Nature”, mereka mengatakan mereka menemukan fosil “Anchiornis huxleyi”, yang terpelihara dengan baik dan berkeliaran di Bumi sekitar 160 juta tahun lalu, di satu wilayah geologi di provinsi Liaoning di bagian timur-laut China.

Fosil itu, yang memiliki ukuran tubuh sebesar anak ayam, memiliki total panjang tubuh kurang dari 50 centimeter dan tengkorak dengan panjang 6 centimeter, pata pemimpin peneliti Xing Xu di Akademi Sains China di Beijing melalui surat elektronik.
“Temuan ini menunjukkan bahwa burung sangat mungkin diturunkan dari sejenis dinosaurus bersayap-empat yang berukuran kecil sekitar 160 juta tahun lalu,” kata Xu. “Ini adalah penghubung antara theropod yang lebih khusus (dinosaurus yang berkeliaran dengan dua bagian belakang tubuh) dan burung. Hewan tersebut hidup pada sekitar era yang sama yang kami perkirakan bagi nenek-moyang burung,” katanya.

Dalam satu pernyataan, para peneliti itu mengatakan, “Bulu panjang menutup lengan dan ekor, tapi juga kaki, sehingga menunjukkan bahwa tahap empat-sayap mungkin pernah ada dalam peralihan ke burung.”

Peralihan dari dinosaurus ke burung masih belum terlalu difahami akibat kurangnya fosil yang terpelihara dengan baik, dan banyak ilmuwan mengatakan dinosaurus mirip burung tampaknya sangat terlambat dalam catatan fosil sebagai nenek-moyang burung sesungguhnya.

Para peneliti China tersebut percaya fosil itu adalah dinosaurus mirip burung yang paling tua yang sejauh ini dilaporkan, dan lebih tua daripada Archaeoteryx, burung paling awal yang pernah dikenal.

“Keberadaan spesies seperti itu pada saat ini dalam catatan fosil secara efektif memperdebatkan argumen bahwa dinosaurus mirip burung muncul sangat terlambat untuk menjadi nenek-moyang burung,” tulis mereka.
 

Kebiasaan Burung

 
Burung Yellow Finch
Burung Kenari
Burung Manyar Padi
Burung Humming Bird
 
Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.
 
Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur.
 
Anak-anak burung yang baru menetas umumnya masih lemah, sehingga harus dihangatkan dan disuapi makanan oleh induknya. Kecuali pada jenis-jenis burung gosong, di mana anak-anak burung itu hidup mandiri dalam mencari makanan dan perlindungan. Anak burung gosong bisa segera berlari beberapa waktu setelah menetas, bahkan ada pula yang sudah mampu terbang.
 
Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-masing. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat pasangan, biasanya dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis tertentu, seperti burung merak dan cenderawasih, jantannya melakukan semacam tarian untuk memikat si betina. Sementara burung manyar jantan memikat pasangannya dengan memamerkan sarang setengah jadi yang dibuatnya. Bila si betina berkenan, sarang itu akan dilanjutkan pembuatannya oleh burung jantan hingga sempurna; akan tetapi bila betinanya tidak berkenan, sarang itu akan dibuang atau ditinggalkannya.
 
Burung dan Manusia

Burung Kolibri
Burung Walet Hutan
 
Burung telah memberikan manfaat luar biasa dalam kehidupan manusia. Beberapa jenis burung, seperti ayam, kalkun, angsa dan bebek telah didomestikasi sejak lama dan merupakan sumber protein yang penting; daging maupun telurnya.
 
Di samping itu, orang juga memelihara burung untuk kesenangan dan perlombaan. Contohnya adalah burung-burung merpati, perkutut, murai batu dan lain-lain. Burung-burung elang kerap dipelihara pula untuk gengsi, gagah-gagahan, dan untuk olahraga berburu. Banyak jenis burung telah semakin langka di alam, karena diburu manusia untuk kepentingan perdagangan tersebut. Selain itu populasi burung juga terus menyusut karena rusaknya habitat burung akibat kegiatan manusia. Oleh sebab itu beberapa banyak jenis burung kini telah dilindungi, baik oleh peraturan internasional maupun oleh peraturan Indonesia. Beberapa suaka alam dan taman nasional juga dibangun untuk melindungi burung-burung tersebut di Indonesia.
 
Yang menyenangkan, beberapa tahun belakangan ini telah tumbuh kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di kalangan pemuda dan pelajar. Kegiatan yang menumbuhkan kekaguman dan kecintaan pada jenis-jenis burung yang terbang bebas di alam ini, sekaligus merintis kecakapan meneliti alam (terutama kehidupan burung) di kalangan generasi muda tersebut.
 
 

Jenis-jenis burung

  • Burung Cenderawasih
  • Burung Jalak
  • Burung Kakatua
  • Burung Merak
  • Burung Merpati
  • Burung Murai Daun atau Burung Cucak Hijau (Cucak Ijo)
  • Burung Perkukut
  • Burung Perenjak
  • Burung Ciblek
  • Burung Punai
  • Burung Merbah
  • Burung Pinguin
  • Burung Anis Merah atau Burung Punglor Merah
  • Burung Anis Kembang atau Burung Punglor Kembang
  • Burung Cendana atau Burung Punglor Cendana
  • Burung Murai dan Burung Murai Batu
  • Burung Tledekan atau Burung  Sulingan
  • Burung Kacer atau Burung Magpie Robin
  • Burung Cucak Rowo atau Burung Cucak Rawa
  • Burung Cendet atau Burung  Pentet
  • Burung Kenari dan Burung jenis Finch
  • Burung Love Bird atau Burung Lovebird
  • Burung Kutilang
  • Burung Cililin
  • Burung Pelatuk
  • Burung Decu
  • Burung Walet atau Burung Walit
  • Dan lain-lain

Perawatan Burung

 
Burung Jalak
Burung Kacer
Burung Robin
 
Untuk membuat burung peliharaan rajin berkicau, sehat, dan bulu-bulunya mengkilat, maka dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

Pakan Burung (Makanan Burung)
Burung tangkaran banyak yang berasal dari alam, ataupun yang berasal dari anakan peternak. Bagi burung yang merupakan tangkapan dari alam, biasanya mereka agak liar, sehingga pola makan mereka lebih cenderung ke extra fooding (makanan-makanan hidup), bagi burung yang telah jinak biasanya mereka mau memakan poer/voer. Poer/Voer banyak yang dijual di pasaran, yang populer di Indonesia biasanya adalah merk Phoenix, Fancy, and Gold Coin. Selain itu, terdapat banyak pula merk-merk yang lain.
Perawatan Burung di pagi hari
  • Kandang burung dikeluarkan ke teras rumah (diangin-anginkan). Akan lebih bagus jika digantung menghadap ke matahari terbit sambil membersihkan kandang dari fesenya kemudian berikan 2-3 ekor jangkrik yang sudah dibersihkan kakinya dan sayapnya ditambah kroto telur semut yang bersih sekitar 1 sendok teh. Kemudian mandikan Burung pada pukul 07.30.
  • Burung dapat disemprot menggunakan sprayer halus untuk membuat bulunya mengkilat. Sprayer tersebut dapat dicampur dengan air rebusan daun sirih atau shampo burung (biasa disebut Avi Shampoo) yang dijual umum di kios. Atau masukan wadah kecil yang di isi air bersih (dijual di kios juga). Apabila burungnya sudah terlatih, burung dapat dimasukan kekandang mandinya atau biasa disebut keramba mandi.
  • Setelah dibersihkan kandangnya dan dimandikan, kandang dan burungnya dapat dijemur dibawah matahari dari pukul 09.30 sampai dengan pukul 10.00. Kemudian angkat kandang burung dan gantung pada tempat yang teduh serta jauh dari aktivitas manusia agar burung tersebut bernyanyi/ berkicau.
Perawatan Burung di sore Hari (sekitar pukul 16.00)
Lakukan sama seperti perawatan pagi hari. Burung diberikan makanan tambahan, dimandikan kemudian dijemur kembali sampai bulu-bulunya kering.
Perawatan Burung di malam hari
Masukan kandang burung ke tempat yang tenang atau jika digantung di luar rumah (teras), kandang harus dikerudung dengan kain agar burung tidak digigit nyamuk.


Read more > Burung dan perkembangannya

Kebutuhan Vitamin da mineral untuk burung

Vitamin dan Mineral untuk BurungVitamin (MultiVitamin), Mineral dan Suplemen adalah salah satu faktor penting dalam menjaga stamina dan kebugaran burung, agar burung dapat beraktivitas dan tumbuh dengan normal, maka burung membutuhkan:
  • Karbohidrat dan Lemak sebagai sumber energi (tenaga).
  • Protein, Mineral dan Air sebagai bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak.
  • Vitamin dan Trace Mineral sebagai bahan yang diperlukan agar proses atau metabolisme dalam tubuh berjalan sebagai mana mestinya.
Di alam bebas, burung mendapatkan Vitamin, Mineral dan Trace Mineral dari makanan yang dikonsumsinya. Akan tetapi, karena burung yang kita pelihara di rumah umumnya hanya diberi pakan standar, maka kebutuhan akan Vitamin dan Mineral kurang mencukupi kebutuhannya.
Burung Alam 
Dan oleh karenanya, perlu diberi makanan tambahan (suplemen). Tentunya harus dengan takaran yang tepat, dan jangan sampai berlebih. 

Vitamin yang dibutuhkan burung dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu Vitamin yang larut dalam lemak (fat soluble) dan Vitamin yang larut dalam air (water soluble).
 
Vitamin yang larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E dan K. Sementara Vitamin yang larut dalam air adalah Vitamin B1, B2, B3, B5, B6 dan B12 (biasa disebut dengan B Complex), Biotin, Folic Acid, dan Vitamin C.
Vitamin Burung
Kebutuhan Vitamin berbeda-beda, tetapi burung membutuhkan lebih banyak Vitamin pada saat masa pertumbuhan (piyik), burung mabung, burung yang sedang dijodohkan, dan meloloh.
 
Vitamin yang larut dalam lemak karena mengendap bersama lemak, maka apabila kekurangan efeknya tidak segera terlihat, tetapi apabila berlebih resikonya lebih besar karena baru akan hilang pada saat lemak terbakar menjadi energi. Oleh sebab itu harus hati-hati memberikan Vitamin yang larut dalam lemak.

Sebaliknya, Vitamin yang larut dalam air apabila kekurangan efeknya akan lebih cepat terlihat, tetapi kalau berlebih lebih kecil resikonya karena akan segera larut bersama urine. Salah satu efek kelebihan Vitamin B Complex, misalnya akan berdampak pada bulu rontok dan mabung lebih cepat atau rampas tidak teratur.
 
1. Vitamin A
Vitamin A sangat berperan penting agar fungsi psikologis berjalan normal. Tetapi Vitamin A secara khusus sangat penting untuk pertumbuhan badan, reproduksi, daya tahan terhadap infeksi dan penglihatan.
Vitamin A banyak terkandung pada jagung, biji-bijian berwarna hijau, sayuran berwarna hijau dan minyak ikan. Kebutuhan burung terhadap Vitamin A /hari sebanyak 80-120 i.u (international unit).

Untuk burung yang akan masuk masa breeding dan mengalami gangguan liver akibat pemakaian antibiotik yang berlebihan, maka dosis Vitamin A perlu ditambah. Tetapi kalau untuk sehari-hari, kebutuhan Vitamin A cukup terpenuhi dari makanan bijian dan kacang hijau atau sayuran.
 
Pemberian Vitamin A yang berlebihan dapat berpengaruh pada pembentukan tulang yang tidak sempurna dan nyeri pada persendian.

2. Vitamin B Complex
Vitamin B Complex terdiri dari B1, B2, B3, B5 (panthothenic acid), B6, B12, Folic acid, Choline, Inositol dan PABA (paraaminobenzoic acid).

Pemberian B Complex secara berlebihan akan berdampak pada mabung lebih cepat atau mabung tidak beraturan. Sementara efek lain sejauh ini tidak terdeteksi karena mudah terbuang melalui air seni.
  • Vitamin B1 sangat penting untuk membangkitkan selera makan dan mempengaruhi metabolisme dimana cadangan karbohidrat digunakan oleh otot untuk menjadi energi. Kekurangan Vitamin B1 akan menimbulkan kelelahan pada otot dan gangguan keseimbangan mental. Kegunaan Vitamin B1 juga untuk pencernaan, sistem syaraf, fungsi jantung, catabolisme (memecah lemak menjadi tenaga) dan metabolisme karbohidrat.

    Kebutuhan Vitamin B1 /hari adalah 0,1 mg. Vitamin B1 banyak terkandung pada gandum dan jagung, ragi untuk membuat beer, susu, dan kacang-kacangan berwarna hijau.

    Kekurangan Vitamin B1 akan berdampak pada kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan, penurunan kondisi, otot lemah, bergetar (ndredeg), dan kaki lemes.
     
  • Vitamin B2 berfungsi untuk metabolisme karbohidrat, pertumbuhan, memulihkan tenaga, dan pertumbuhan piyik dalam telor. Biji-bijian yang dimakan burung pada umumnya kurang mengandung vit B2, tetapi banyak terkandung dalam produk susu, ragi beer, sayuran berwarna hijau dan kacang-kacangan berwarna hijau.

    Kebutuhan Vitamin B2 setiap hari sekitar 0,1 mg. Apabila burung mengalami kekurangan Vitamin B2 maka akan berdampak pada kondisi menurun, kinerja menurun, kematian embrio di dalam telur (tidak menetas), dan nervous.
     
  • Vitamin B3 banyak terkandung di ragi beer (brewer’s yeast) dengan kegunaan untuk memperlancar proses pencernaan dan pembentukan sel darah. Kebutuhan Vitamin B3 /hari sekitar 1-1,5 mg. Burung yang kekurangan Vitamin B3 akan memperlihatkan gejala pertumbuhan lambat, bulu jelek, mabung tidak teratur, dan tidak nafsu makan.
     
  • Vitamin B5 (Panthothenic Acid) berdampak pada kualitas bulu. Kekurangan Vitamin B5 mengakibatkan warna bulu kusam, keriting, dan lambat pertembuhan Vitamin. B5 banyak terdapat pada biji-bijian, ragi beer, dan susu bubuk.
     
  • Vitamin B6 (Pyridoxine) berperan dalam seluruh proses metabolisme dan melawan proses penuaan. Vitamin B6 secara natural banyak terkandung pada gandum, susu bubuk, ragi beer, jagung, kacang2an berwarna hijau. Kegunaan Vitamin B6 adalah untuk metabolisme secara umum, mengkonversi lemak dan memulihkan kebugaran. Kebutuhan Vitamin B6 /hari sekitar 0,25-5 mg.
     
  • Vitamin B12 (Cyanocobalamin) meskipun sangat sedikit dibutuhkan tetapi sangat vital. Kebutuhan burung akan Vitamin B12 diperoleh dari sayur-sayuran dan serangga. Kegunaan Vitamin B12 adalah untuk sintesis sel darah merah, pertumbuhan embrio dan pertumbuhan burung secara umum. Kebutuhan minimal Vitamin B12 adalah 0,0001 mg/hari.
     
3. Vitamin C
Burung pada dasarnya dapat memproduksi sendiri Vitamin C yang dibutuhkan. Hal ini menimbulkan kontrovesi apakah perlu tambahan Vitamin C. Namun demikian, Vitamin C dibutuhkan dalam hal burung mengalami stress, pemulihan kerusakan pada jaringan (luka) dan meningkatkan daya tahan tubuh burung.
 
4. Vitamin D
Minyak ikan banyak mengandung Vitamin, termasuk Vitamin D dan penting sebagai suplemen untuk makanan. Namun demikian, perlu diperhatikan, minyak ikan yang terekspos sinar matahari atau udara akan menyababkan kandungan Vitamin yang ada akan lenyap secara cepat.

Vitamin D terbentuk di dalam tubuh dengan menggunakan prekursor sinar ultra violet dari matahari. Oleh karenanya burung perlu dijemur setiap hari agar proses pembentukan Vitamin D dapat berjalan dengan baik.
 
Kegunaan Vitamin D adalah untuk pengaturan kalsium, pembentukan tulang dan mekanisme ketahanan tubuh.  Kebutuhan Vitamin D setiap hari adalah 20-30 i.u.
Dampak dari kekurangan Vitamin D tulang dada bengkok, bentuk telur yang tidak sempurna, tulang yang lemah, dan cangkang telur tipis. Namun demikian harus diperhatikan jangan sampai memberikan minyak ikan secara belebihan.

5. Vitamin E
Vitamin E dikenal juga sebagai Vitamin untuk kesuburan. Pada dasarnya semua biji-bijian mengandung Vitamin E yang cukup. Akan tetapi biji-bjian yang kualitasnya jelek kandungan Vitamin E nya akan rusak. Kombinasi antara Vitamin E, A, dan D bermanfaat untuk menjada kesuburan burung pejantan terutama yang sudah berumur.
 
6. Vitamin K
Kebutuhan Vitamin K dapat dipenuhi oleh burung dari makanan yang berwana hijau. Kegunaan Vitamin K adalah memperkuat pembuluh darah dan memperlancar peredaran darah.

7. Trace Elements atau Micro Elements
Trace element sangat penting untuk menjaga akar semua organtubuh berfungsi secara normal, namun jumlahnya sangat sedikit. Trace element yang penting adalah zinc, cobalt, copper, iodine, manganese,  molybdenum, iron dan lain-lain. Trace elemen ini banyak terkandung dalam sayur-sayuran seperti kecambah, bayam. kangkung dan salada.

8. Macro Elemen
Berbeda dengan micro element, kebutuhan burung terhadap macro element cukup besar dan karenanya harus selalu tersedia setiap hari. Jenis macro elements yang paling dibutuhkan adalah Calsium (Ca) Phosporus (P), Sulphur (S), Sodium (Na) + Cloride (Cl). NaCl (Garam Meja).
Sumber utama macro elements adalah grit dengan komposisi cangkang kerang/cangkang telur (40%), batu merah 40%, garam 5 %, selebihnya bubuk tulang (ground bones). Untuk melengkapi bisa ditambah dengan bubuk arang sebagai zat penyerap racun.
Read more > Kebutuhan Vitamin da mineral untuk burung
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo