Sunday, March 17, 2013

Faktor penentu ternak kroto.

Yang dimaksud dengan Faktor Penentu Ternak Kroto tersebut.

Faktor penentu ternak kroto yang kami maksudkan adalah hal-hal yang menentukan tingkat keberhasilan dalam target capaian panen.

Dalam beternak semut rangrang atau yang lebih familier kita menyebutnya ternak kroto, saat ini sudah banyak di usahakan oleh berbagai lapisan masyarakat peternak, dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Dari yang hanya untuk support kebutuhan pakan bagi burung tangkaran sendiri, sampai untuk di komersilkan. Dari yang sekedar ikut - ikutan mencoba keberuntungan sampai yang mendalami secara serius.

Kali ini saya akan menyuguhkan postingan, di mana isinya hampir sama seperti pelajaran waktu kita masih duduk di bangku sekolah.Salah satu materi pada saat itu ada yang di namakan FAKTOR PRODUKSI,
Nah,faktor penentu ternak kroto hampir sama seperti materi pelajaran faktor produksi

Faktor Penentu Ternak Kroto adalah tingkat keberhasilahan dalam panen ( target capaian / goal akhir )

Faktor penentu keberhasilan dalam beternak kroto diantaranya adala :

   1. Sumberdaya Alam
   2. Sumberdaya Manusia ( Peternak Kroto )
   3. Sumberdaya Modal
   4. Sumberdaya Pengusaha

SUMBERDAYA ALAM

Sumberdaya alam adalah ketersediaan bibit ternak kroto yang asli di sediakan oleh alam tanpa ada campur tangan manusia dalam perkembangbiakannya. Yang dapat di manfaatkan calon peternak / peternak kroto untuk memenuhi kebutuhan bibit ternaknya.

Dari sumberdaya alam ini akan di tangkarkan melalui perjalanan panjang proses karantina dan akan lahir koloni-koloni semut baru yang kalau di tinjau dari sudut varietas - keturunan tidak bisa serta merta kita namakan varietas - keturunan unggul.
Sumber daya alam ( Bibit Ternak Kroto ) yang kita amabil dari alam dapat kita berikan gelar varietas - keturunan unggul, jika memenuhi syarat-syarat umum dan khusus.sisi kualitas serta kuantitas bibit dapat di pertanggungjawabkan. Ciri yang dapat kita lihat dari sisi anatomi sebagian sudah saya jelaskan pada postingan Ternak Kroto Bibit Unggul

Jadi syarat utama beternak kroto agar kelak menghasilkan keturunan yang baik (unggul) harus di mulai dari awal pemilihan bibit ternak yang unggul pula.

Kalau saya gambarkan di kehidupan manusia. Misalnya anda seorang pemilik sebuah perusahaan, pada saat merekrut karyawan tentunya mencari karyawan dengan usia produktif. Dari sisi anatomi jelas sehat, sedangkan sudut rohani pasti karyawan dengan usia produktif lebih berwawasan luas, untuk membantu membesarkan perusahaan yang anda miliki. Sangat kurang benar jika anda merekrut karyawan dengan usia dini - anak- anak , anda akan berhadapan dengan Komnas Perlindungan Anak. Atau anda merekrut karyawan STW (Setengah Tua) yang sudah pasti anda akan di buat pusing dengan anatomi STW tadi yang sebagian sudah termakan usia. (Pilih mana..Anak-anak, Produktif atau STW)

Ilustrasi penggambaran di atas sama seperti kita beternak semut rangrang. Akan lebih maksimal juga kita bisa meminimalisir kendala kelak kemudian hari jika pada saat memulai beternak bibit yang kita tangkarakan adalah bibit ternak kroto unggul. ( Bibit, bebet, bobot = asal usul, lingkungan, anatomi )


SUMBERDAYA MANUSIA ( PETERNAK KROTO )

Sumberdaya manusia ( Peternak Kroto ) adalah segala kegiatan peternak kroto baik jasmani maupun rohani ( = Berdoa ) yang dicurahkan dalam proses penangkaran semut rangrang untuk menghasilkan kroto sesuai target capaian / goal akhir.

Sumberdaya Manusia ( Peternak Kroto ) dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:

    * Peternak kroto terdidik adalah peternak kroto yang memperoleh ilmu beternak dari mengikuti pelatihan, membaca buku atau e-book.
    * Peternak kroto terlatih adalah peternak kroto yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dari tingkat dasar dan sebagian besar memperoleh pengalaman beternak dari kegagalan.
    * Peternak kroto tidak terdidik juga tidak terlatih adalah peternak kroto yang hanya ikut-ikutan karena mendengar kabar berita yang di perolehnya melalui berbagai media tapi cuma sepenggal.

SUMBERDAYA MODAL

Sumberdaya Modal adalah ketersediaan dana sebagai modal awal untuk mensupport kebutuhan dalam proses beternak semut rangrang. Dana ini di pakai rekan peternak untuk membeli bahan dalam pembuatan rak, kadang juga membeli bibit ternak kroto, biaya operasional mencari, menangkar konsumsi koloni semut dan lain-lain


SUMBERDAYA PENGUSAHA

Sumberdaya Pengusaha adalah seorang atau lebih yang berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor penentu ternak kroto dalam rangka meningkatkan target capaian / goal akhir.

Pengusaha lebih berkaitan dengan managemen.
Pengusaha adalah pemicu proses penangkaran dalam cakupan besar,di mana pengusaha perlu memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor penentu ternak kroto, pengusaha harus mempunyai kemampuan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan usaha peternakan semut rangrang sehingga goal akhir tercapai maksimal.

Keberhasilan dalam beternak semut rangrang sangat tergantung pada sumberdaya-sumberdaya yang ada. Satu diantara yang lain saling terkait.Setiap sumberdaya yang ada tidak bisa berdiri sendiri serta perlu
OPTIMASI SUMBERDAYA PENENTU agar di peroleh target capaian / Goal akhir panen maksimal.


Read more > Faktor penentu ternak kroto.

Beternak tanpa ratu


Seberapa maksimal beternak tanpa ratu meskipun kita sudah mempunyai elemen beternak pengganti ratu.
Sebelumnya mohon di baca dua tulisan kami yang terdahulu.

Peribahasa yang saya.

Seperti Anak Ayam Kehilangan Induknya

Peribahasa di atas contoh gambaran dimana suatu kumpulan atau kelompok yang kehilangan sosok seorang pemimpin sehingga akhirnya bingung harus melakukan apa.
Dan peribahasa di atas sangat relevan dengan keadaan koloni semut rangrang tanpa ratu. Meskipun ada elemen pengganti tetapi dari sisi operasional pencapaian target keberhasilan sangatlah kecil. Dengan kata lain Beternak semut rangrang yang tidak lengkap tetap berpengaruh dengan hasil akhir. Kalau kita tidak segera melengkapi elemen yang di butuhkan bisa di pastikan lamat laun akan berkurang koloni tangkaran kita.
Bagi anda yang ingin memulai beternak tanpa ratu ( Ingat:  " Memulai " bukan " Coba-Coba / Mencoba", anda akan di hadapkan situasi di bawah ini :

Usia tangkaran anda masuk 2 bulan atau lebih akan muncul telur / kroto besar-besar (Calon Ratu).
 
Pada situasi seperti ini ada dua hal yang menyebabkannya, Bisa karena telur-telur itu masuk ke dalam toples tanpa sepengetahuan kita ,  Karena wujud sangat kecil, bulat tirus menyerupai tepung kanji/ tapioka. Bisa di bawa sendiri  oleh semut masuk ke dalam toples atau tercampur pada tepung kanji/ tapioka yang kita gunakan untuk pengaman saat karantina (Jenis karantina ada berbacam - macam cara). Yang kedua sebagian semut pekerja - pengawal mengalami fase perubahan rangka telur ( Adaptasi ).
Di fase ini biasanya peternak yang kurang faham akan gembira, senang hatinya , suka cita karena akan mempunyai ratu yang selama ini di idam-idamkan.
Kroto besar berubah jadi calon ratu bersayap warna coklat 

Pada situasi ini...anda yang memulai beternak tanpa ratu haruas jeli dan sigap. Jeli maksudnya apa ? Maksudnya anda harus sering-sering memantau keadaan semut tangkaran anda.Serta harus cepat mengambil inisiatif tindakan penyelamatan. Bila terjadi kematian pada sebagian calon ratu dengan ciri seluruh kaki hilang, kepala terpisah dari badan. Sebagian semut pekerja membawa potongan tubuh calon ratu mondar mandir.
Bila situasi ini anda alami...tindakan yang haruas anda lakukan adalah memisah koloni semut tangkaran anda secara manual. Membagi menjadi beberapa toples.
Bila anda biarkan situasi itu berlanjut semut tangkaran anda akan habis pelan-pelan juga calon-calon ratu akan mati mengenaskan.
Kenapa hal ini bisa terjadi ? Hal ini terjadi karena pertengkaran satu koloni.
Mungkin anda pernah mendengar atau membaca perkelahian berbeda koloni semut rangrang. Tapi pertanyaannya sekarang pernahkah anda mencari sebab pertikaian dua atau lebih koloni semut rangrang tersebut.

Gerangan masalah apa yang menyebabkannya / memicunya sehingga terjadi perkelahian ?
Perkelahian / pertikaian / petengkaran yang menyebabkan jatuh korban di kedua belah pihak koloni semut tersebut

pemicunya adalah ZAT FEROMON.

Sebelum kita bahas perkelahian yang di sebabkan zat feromon, alangkah baiknya kita memahami dulu apa zat feromon itu dan berapa jenis zat itu.

Sumber Wiki menyebutkan :

Feromon (bahasa Yunani: phero yang artinya pembawa, dan mone bermakna sensasi) adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina.

Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi. Berbeda dengan hormon, feromon menyebar ke luar tubuh dan hanya dapat memengaruhi dan dikenali oleh individu lain yang sejenis (satu spesies).

Semut rangrang, menghasilkan feromon dasar (Sebagai alat Navigasi) untuk menarik teman-temannya bergotong-royong mengangkut makanan dari tempat yang jauh ke sarang mereka. Itu sebabnya kita sering melihat semut berjalan beriring-iring. (Feromon sebagai alat Navigasi) . Di lain kesempatan kita juga merasakan gigitan semut rangrang sakit dan perih. Juga kalau kita mendekatkan hidung pada toples / sarang jarak satu jengkal...pasti kita akan merasakan bau menyengat akibat zat feromon di lepaskan ke udara oleh semut-semut rangrang sebagai tanda bahaya juga pengalihan konsentrasi. (Feromon dasar sebagai pertahanan diri dari musuh)
Feromon dasar juga berperan dalam diferensiasi pembentukan kasta pekerja dan kasta prajurit, yang dikeluarkan oleh kasta reproduktif.

Diferensiasi adalah proses pematangan sel primitif ke dalam jenis-jenis sel khusus fungsional tubuh seperti ketika sel induk darah menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.  


Read more > Beternak tanpa ratu
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo