Tuesday, February 19, 2013

Poin penting merawat burung di musim hujan

Peralihan dari musim kemarau ke musim hujan antara lain bisa menyebabkan burung menjadi drop, suaranya menjadi serak, bahkan sampai tidak terdengar lagi kicauannya. Salah satu penyebabnya adalah karena burung kurang panas, karena suhu udara cenderung menurun. Karena itu, kita perlu menyiasati musim penghujan, sehingga burung-burung tidak terlalu drop kondisinya.

Berikut ini beberapa tips ringan tetapi penting yang berlaku untuk sebagian besar burung berkicau. Tips ini berdasarkan pengalaman senior saya, Drs Hananto Prasetyo SH, yang dijuluki Kicau Mania Legendaris karena pada dekade 1990-an burungnya pernah tiga tahun berturut-turut menjadi juara nasional lomba burung berkicau yang diselenggarakan Pelestari Burung Indonesia (PBI).

  • Pertama, mengurangi volume air dalam bak keramba.
Apabila cuaca pada saat akan merawat atau memandikan burung terlihat mendung, atau bahkan sudah mulai gerimis, sebaiknya Anda mengurangi volume air dalam bak karamba sehingga tinggal separo saja. Dengan demikian, burung mau mandi dan tidak basah kuyup.
Biasanya saat udara dingin atau hujan, burung tidak mau mencebur ke bak karamba. Kalau sekali basah, burung bisa mati jika sinar matahari tidak menembus sangkar.

  • Kedua, menambah porsi extra fooding.
Untuk menjaga kondisi burung tetap hangat, tambahkan extra fooding berupa jangkrik sebanyak 1-3 ekor dari porsi biasanya, dan tambahkan 5-10 ekor ulat hongkong.  Pemberian ulat hongkong ini sangat bagus untuk menghangatkan kondisi burung.
Dengan penambahan porsi extra fooding secara tepat, kondisi burung tetap panas sehingga kualitas suaranya tetap terjaga dengan baik, tanpa menimbulkan efek samping yang negatif.
Tetapi perlu diingat, pemberian ulat hongkong jangan terlalu sering dan terlalu banyak, karena burung bisa menjadi ganas dan birahinya terlalu tinggi. Tandanya, burung akan menabrak sangkar setiap kali melihat burung lain.

  • Ketiga, menyiasati waktu penjemuran.
Khusus untuk burung-burung kelas lomba, Anda perlu menyiasati waktu penjemuran dengan munculnya sinar matahari. Meski sebentar, upayakan saat matahari mulai bersinar, burung harus segera dijemur.
Anda bisa juga mengkombinasikan hal ini dengan waktu memandikan. Jadi, saat cuaca mendung di pagi hari, dan sinar mentari belum begitu terasa sebaiknya tunda dulu rencana memandikan burung. Ketika sinar matahari mulai muncul, segera mandikan, angin-anginkan dan segera jemur.

  • Keempat, mengatasi burung serak.
Apabila hujan turun terus-menerus, sehingga udara lembab dan jamur bertumbuhan serta terhisap burung, sering menyebabkan burung bersuara serak atau malah tidak berbunyi sama sekali. Tetapi Anda jangan khawatir. Pastikan saja burung dalam kondisi fit sehingga tidak mudah terserang penyakit. Anda bisa memberikan vitamin dan mineral.
Jika burung telanjur serak gunakan saja antibiotik saluran pernafasan atas seperti BirdTwitter misalnya.
Kalau burung serak karena ada kotoran atau lendir tetapi burung dalam kondisi sehat, dalam artian tidak ada infeksi, Anda bisa mencoba meletakkan sebutir pagoda pastiles atau sejenisnya ke dalam minuman burung. Sifat menthol dalam pagoda berfungsi sebagai ekspektoran lendir.

  • Kelima, pengerodongan sepanjang hari.
Apabila udara terasa begitu dingin, Anda bisa mengerodong burung sepanjang hari. Tempatkan sangkar pada lokasi yang hangat, misalnya di ruang tamu atau ruang keluarga.



 http://omkicau.com/2012/10/17/6-poin-penting-merawat-burung-di-musim-hujan/
Read more > Poin penting merawat burung di musim hujan

MB dari Kepulauan Kecil di sekitar Aceh

Kadang orang banyak menilai setiap MB Ekor Hitam adalah MB Nias, dengan tulisan saya ini mencoba mengupas Jenis Murai Batu Ekor Hitam ( Black Tailed Shama)

MB Nias kebanyakan berekor hitam mulus, sama seperti MB dari Siemelu (orang Aceh bilang MB Sinabang Cirinya: body agak kecil kepala kecil ekor pendek biasanya ), sama dgn MB Mentawai dan Pulau Pagai (orang Sumbar bilang MB Pagai).MB dari pulau Lasia ( cirinya: bodynya gede ekor agak panjang), Mb pulau lempuyang (Cirinya :dari ke 6 pasang ekornya, 3 dari atas item total, 3 kebawahnya lg ada warna putih berdiameter 1cm pada ujungnya. Mb dari Sabang (cirinya hampir mirip dgn Mb Lempuyang hanya ekor lebih panjang sayang jenis sudah langka,susah didapat dipasaran) mb Kesemuanya adalah MB kepulauan.

            MB asal Sinabang/ Simelu terkadang ada totol putih sedikit di ujung ekornya


                         MB asal P.Lasia, Aceh . bodi lebih besar dari MB Sinabang/Simelu


                 MB asal P. Sabang, Aceh diusia muda ekornya mencapai 23 - 26 cm


                             MB asal Lempuyang, Aceh susunan ekor putihnya 3 hitamnya 3 


Secara umum kualitas mental tempur MB ekor hitam sangat bagus dan bersuara tembus,melengking hanya saja minusnya sering ngeban dan ngukluk yang diulang ulang , tapi dengan seiring bertambah usia mapannya MB tersebut akan makin stabil dalam berolah vokalnya. Terbukti sekarang sudah mulai banyak MB ekor hitam yang tampil dan juara di ajang kontes MB Nasional . Jadi tetap semangatlah walau anda memiliki MB yang sebelumnya dianaktirikan dan dibilang MB murahan tapi dengan seiring waktu terjawab sudah kehebatan MB ekor Hitam ini yang mampu turun 3 sesi dalam kontes. Semangat kawan dan jangan menyerah.Jangan Ragu gantangkan ekor hitam dalam setiap even. Salam Metal (MB Blakctail) mania 


 http://muraibatusumatera.blogspot.com/2012/02/mb-dari-kepulauan-kecil-di-sekitar-aceh.html
Read more > MB dari Kepulauan Kecil di sekitar Aceh
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo