Tuesday, February 19, 2013

Pemikat Tidak Sama Dengan Penangkar

SELAMATKAN MURAI BATU (MB) DARI KEPUNAHAN !!!

Apakah hanya slogan semata ?? tanyakan hal itu kepada orang-orang yang mengkampanyekannya terutama yang mengkampanyekan lomba MB memakai ring hasil MB tangkaran. Penulis sangat mendukung akan kampanye tersebut, asal tidak hanya untuk mendongkrak harga ring anakan breeder yang antrian anakannya sangatlah panjang. Apalagi pihak-pihak yang mengkampanyekan breeder malah juga mengambil Indukan MB Penguasa dari alamnya pula. Dan hasil anakannya dijual?? bukankah arti menangkar sesungguhnya jika memang berkampanye menyelamatkan MB adalah melepaskan kembali hasil tangkarannya ke alam??

Kalau konsep breeder sekarang seperti itu, tidakkah sama tujuan breeder dengan pemikat MB dari alam? yang sama-sama mencari untung untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lantas dimana kita menyelamatkan MB nya dari kepunahan? Haruskah kita salahkan para pemikatnya yang terus memburu MB dari hutan. Sangatlah tidak adil karena para pemikat pun sudah memikirkan hal itu pula terutama pemikat dari Serambi Mekkah.

Hukum adat mereka pun sudah cukup ketat yang membatasi penangkapan MB betina untuk keperluan konservasi. Bahkan teknik memikat MB mereka pun sangat hati-hati bukan dengan cara pancingan sehingga tidak mengakibatkan kerusakan bahkan kematian terhadap MB tersebut.


Pemikat MB memperagakan kinerja pikat sistem jerat benang yang dia anggap aman tanpa merusak bulu dan ekor MB tangkapan

Pemikat pun sudah berusaha menyelamatkan MB di hutan mereka karena mereka pun paham bahwa itu adalah mata pencaharian mereka. Berbagai cara tangkapan pun sudah demikian alami dan meminimalisirkan kerusakan alam dalam hal perburuan mereka mendapatkan MB demi kepuaasan hobbies dan penangkar. Resiko mereka mendapatkan MB sangatlah besar tidak sebanding dengan harga MB yang mereka tawarkan kepada kaum hobbies dan penangkar yang menekan mereka agar menjual semurah-murahnya. Apa yang mereka dapatkan? Hanya cibiran bahkan dianggap perusak alam yang menyebabkan kepunahan MB.




Sangatlah tidak arif jika menyalahkan mereka para pemikat. Dari tangan merekalah hobi kita terpuaskan bahkan dari tangan mereka pun breeder mendapatkan keuntungan, dari tangan mereka pula pengepul meraup rupiah yang tidak sedikit. Dari tangan mereka pula Industrialis penyedia pakan mendulang kekayaan, dari tangan pemikat pula anda menikmati anakan ring para breeder. Satire bukan?...

MB khusus pikat, di rumah diam saja, tapi kalau di hutan dia kerja, belum pernah drop saat fight dengan MB liar, inilah senjata mereka meraup rejeki di hutan mereka sendiri

Rumah sederhana pemikat MB, rumah tradisional rakyat aceh, disinilah mereka tinggal hidup damai ala kadarnya, jauh dari kesan mewah tapi mereka bahagia mempersembahkan MB terbaik untuk kita para hobbies,penangkar,industrialis,pedagang dan pengepul.


 http://muraibatusumatera.blogspot.com/2011_04_01_archive.html
Read more > Pemikat Tidak Sama Dengan Penangkar

Mengenal Lebih Dekat Murai Batu asal Aceh

Mengenali Murai Batu asal Aceh & Perjuangan Memburunya

Secara jelas kini bisa kita perhatikan secara fisik ekor dari Murai Batu (MB) yang berasal dari aceh tampak sangat berbeda dengan murai batu yang berasal dari daerah lain.
       Pada usia dini, atau sebelum mengalami mabung pertama panjang ekor hitam berkisar17-22cm.. Setelah mabung ekor baru akan muncul dengan panjang antara 20-25 cm. tergantung cara perawatan kita dan pola makan serta nutrisi yang diperlukan terpenuhi atau tidak.
       Yang perlu diingat sebagai catatan adalah jangan pernah kita memaksakan bulu ekor dicabut, dikarenakan pada saat mencabut dimungkinkan cangkang bulu akan mengalami kerusakan. Yang lebih berbahaya lagi seandainya akar bulu ikut tercabut maka bulu tumbuh akan semakin lama, ada juga kemungkinan ekor jadi mandul karena kerusakan pada cangkang bulu.

Keindahan dari pada Murai batu adalah terletak pada bulu 
ekornya. Inilah yang bisa menjadi unggulan dari jenis Murai Batu yang berasal dari Aceh. Apabila ekor dikipaskan maka akan terlihat seperti sebuah kipas hitam terbingkai warna putih. Ditambah dengan 2 helai ekor terpanjang yang lentur seolah-olah seperti cambuk yang diayun-ayunkan.


Sekilas wajah hutan di Leupung kawasan aceh besar


        Inilah gambaran dari pada perjalanan kawan kita, Saudaraku di Aceh yang juga menjadi penyuplai MB saya ,Qorry S dalam menapaki jengkal demi jengkal menaiki bukit menuruni lembah di Hutan Leupung, sebagian hutan yang berada di kawasan Aceh Besar demi mendapatkan Murai Batu yang nantinya akan diterbangkan kepada kita. menjadi kebanggan kita.

          Tanpa konservasi hutan yang bagus dan tanpa tangan saudara kita yang disana, tidak akan mungkin kita bisa menikmati lantunan dan gaya eksotik dari pada Murai Batu yang dengan keakuan kita merasa memiliki segalanya. Kalaulah nantinya Murai Batu yang kita miliki nantinya memenangkan sebuah kompetisi dan hargapun menjulang, akankah kita mengingat perjuangan kawan kita di pedalaman Aceh sana?, yang siap keluar masuk hutan demi ego dan kesenangan kita? setimpalkah dengan nilai pejuangan mereka?

TAHI HARIMAU

       Dalam perjalanan perburuan MB dihutan sana, Konon seandainya kita telah menemukan jejak kotoran harimau, maka anda telah memasuki kawanan Murai Batu, karena disana Murai batu hidup secara bergerombol.

      Kalo ada tahinya, berarti ada Harimaunya. Inilah  sepenggal resiko yang dihadapi para pemburu-pemburu Murai Batu dihutan bebas. salah-salah adalah nyawa taruhannya apabila berurusan dengan harimau.



 Tanda Bacokan di Pohon

              Ketika melakukan perburuan dihutan luas, para pemburu terkadang merasa kebingungan untuk mencari jalan pulang. sehingga mereka menorehkan tanda-tanda berupa bacokan pada pohon untuk memberikan petunjuk kemana harus berjalan.

              Terkadang mungkin kita dapat menentukan arah perjalan menggunakan petunjuk kompas ataupun petunjuk arah matahari. Nah, kalo dihutan lebat dan kebetulan mentari tak nampak, maka hal seperti inilah yang para pemburu lakukan, atau kadang untuk mengingatkan bahwa pada daerah tersebut akan layak untuk dilakukan perburuan lagi pada daerah yang sama





Akankah terpikirkan oleh kita, resiko yang harus dihadapi oleh para pemburu Murai Batu di alam liar dan Ganas, naik turun, bertemu binatang buas, ditengah hutan cuaca tak mendukung. Mereka yang berjuang demi menafkahi keluarga dengan segala perjuangan. bandingkan dengan kita yang hanya tinggal merogoh sebagian kocek dari saku kita. Terlalu banyak perhitungan, pemilihan, Penawaran yang serendah-rendahnya.


Bahkan kita banyak berharap mereka-mereka mampu mendapatkan sesuatu yang istimewa. Bayangkan perasaan para pemburu seandainya yg mereka dapatkan tak sesuai apa yang kita harapkan, dijual murahpun kadang enggan kita membayar.



Semoga kita semua bisa lebih bijak dan lebih arief.
kami persembahkan kepada :


Para penggemar dan penggila MURAI BATU.











http://muraibatusumatera.blogspot.com/2011_04_01_archive.html
Read more > Mengenal Lebih Dekat Murai Batu asal Aceh
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo