Friday, February 15, 2013

Apakah Murai Batu perlu dimandikan setiap hari ?


Sama seperti manusia, Murai Batu juga membutuhkan mandi. Selain untuk menyegarkan tubuh, mandi juga berguna untuk menghilangkan kotoran yang mungkin melekat pada bagian tubuh dan juga untuk menjaga tingkat stabilitas suhu tubuh, karena Murai Batu adalah hewan berdarah panas, yaitu hewan yang bisa menyesuaikan suhu tubuhnya

Lalu, apakah Murai Batu perlu mandi setiap hari

Dialamnya, mandi bisa dikatakan sebagai rutinitas harian wajib buat sebagian besar Murai Batu.
Makanya jangan heran, Murai Batu selalu memilih daerah yang memiliki alur sungai sebagai habitatnya. Ini terkait dengan kebutuhan harian akan air baik untuk minum maupun mandi.

Kapankah waktu yang tepat untuk memandikan Murai Batu ? 

Secara umum, ritual mandi lebih sering dilakukan di pagi hari oleh sebagian besar jenis burung termasuk Murai Batu. Hal ini dilakukan karena setelah mandi burung membutuhkan proses penjemuran untuk mengeringkan bulunya. Matahari yang bersinar di pagi hari yang dianggap sehat dan dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme dalam pembentukan vitamin D adalah waktu terbaik buat Murai Batu untuk berjemur ria.

Tapi, adakalanya Murai Batu juga bisa mandi di siang atau sore hari. Ini lebih cenderung karena kebutuhan di luar yang bersifat rutin. Misalnya di masa kawin dan di masa mabung, pola mandi Murai Batu cenderung mengalami perubahan. Atau pasca Murai Batu mengkonsumsi makanan yang cenderung membuat suhu tubuhnya meningkat, maka mandi adalah solusi terbaik untuk menstabilkan suhu tubuhnya.

Perlu juga difahami, ada kondisi-kondisi tertentu yang bahkan membuat Murai Batu cenderung menghindar untuk mandi, misalnya:

  • Di masa awal kerontokan bulu pada saat mabung.
  • Di musim hujan, di mana pada saat itu Murai Batu cenderung bersembunyi direrimbunan pohon. Apakah kita bisa memahami kapan waktunya Murai Batu membutuhkan mandi ? Bisa. Caranya dengan memperhatikan gerak-gerik dan bahas tubuh dari Murai Batu. Muri Batu yang sedang butuh mandi biasanya sering mematuki mangkok air minum bukan untuk minum, tapi seperti sedang memercik-mercikan air yang ada di dalam mangkok minumnya. Selain itu, Murai Batu yang butuh mandi juga sering memegarkan bulu di bagian kepala dan dadanya sambil menggoyang-goyangkan badannya seperti sedang membersihakn atau merapikan bulu. 


 http://muraibatuaceh.blogspot.com/2013/02/kebutuhan-mandi-pada-murai-batu.html?showComment=1360909260755
Read more > Apakah Murai Batu perlu dimandikan setiap hari ?

Agar MB bahan/bakalan bisa cepat berkicau.


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para hobbies agar MB bahan/bakalannya bisa cepat berkicau, diantaranya adalah :

  • Memanfaatkan Extra Fooding (EF).
Pemberian jangkrik, kroto, cacing dan belalang hijau sebagai EF buat MB, diyakini bisa merangsang MB agar cepat mau berkicau.
Setiap MB pasti memiliki selera yang berbeda-beda terhadap EF. Ada MB yang suka dengan kroto, ada juga yang tidak.
Ada MB yang membutuhkan jangkrik dalam jumlah banyak, ada juga yang tidak.
Dengan pemahaman ini, hobbies tinggal mencari settingan yang cocok buat MB bahannya, di mana hobbies dapat melakukan trial error sehingga akan diketahui mana EF yang paling digemari dan paling cocok buat MBnya, serta berapa takaran EF yang pas buat si MB.

Kelemahan dari metode ini, MB akan terbiasa dengan EF, sehingga MB baru dapat optimal jika sudah mendapatkan pasokan EF, dan intinya kinerja MB sangat bergantung pada EF.



  • Memanfaatkan Burung Masteran.
Burung masteran yang kecil dan gacor seperti Kenari, Ciblek dan Love Bird adalah burung-burung masteran yang sangat berguna buat merangsang MB untuk cepat berkicau.
Selain bisa digunakan sebagai masteran, burung-burung kecil dan gacor ini bisa juga membuat MB cepat marah pada saat mereka berkicau.
Secara tidak langsung, hal ini akan merangsang MB untuk berkicau dengan maksud meladeni kicauan dari burung-burung masteran tersebut.

Metode ini cenderung cocok diterapkan buat MB-MB bahan yang mentalnya sedikit kurang stabil, sebab dengan burung-burung kecil yang dijadikan sparing partner, diharapkan si MB bisa terlihat dominan dilokasinya.

Kelemahan metode ini, MB akan mudah down jika mendengar suara-suara burung lain yang sedikit asing baginya, apalagi jika volume suaranya lebih besar dari burung-burung masteran kecil ini.


  • Memanfaatkan Pola Rawatan Alami.
Di alam, MB adalah jenis burung yang rajin berkicau dan gemar menirukan suara-suara burung lain yang sesuai dengan karakter kicauannya.
Ketersediaan makanan, adanya betina pendamping dan kecukupan terkena sinar matahari dan mandi serta keleluasaan untuk terbang, menjadikan MB rajin berkicau di habitatnya.

Dengan pola rawatan yang mirip seperti di alam, termasuk dengan cara menggantang MB dengan view pemandangan berupa pohon-pohon dikelilingnya, maka MB akan cepat beradaptasi dan cepat juga untuk berkicau.
Apalagi jika pola rawatan ini diikuti dengan memanfaatkan pola rawatan point 1 dan 2 di atas, maka pola ini akan menjadi lebih optimal.

Kelemahan metode ini, hobbies akan membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya buat merawatnya.



 http://muraibatuaceh.blogspot.com/2008/12/tips-agar-murai-batu-bakalan-cepat.html
Read more > Agar MB bahan/bakalan bisa cepat berkicau.
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo