Saturday, November 6, 2010

Lagi, Julia Perez - Dewi Perssik Berantem di Lokasi Syuting

Perseteruan antara Julia Perez dan Dewi Perssik rupanya terus berlanjut, bahkan semakin panas, hingga harus berkelahi secara fisik di lokasi syuting. DP, demikian biasa dipanggil, telah melaporkan kasus perkelahian itu ke polisi.

Namun anehnya, saat gosip ini dikonfirmasikan pada Julia Perez, dia hanya menganggap perkelahian itu sebagai bagian dari adegan film. Dia mengungkapkan kalau dalam scenenya ada adegan cakar-cakaran dan berantem.

"Cakar-cakaran yang dimaksud adalah dalam adegan, bukan dalam sengaja," ungkapnya melalui telepon, Sabtu (06/11) sore.

Meski berusaha menutupi 'adu fisiknya', namun Jupe juga mengakui kalau 'adegan' cakar-cakaran itu hingga menyebabkan banyak luka, baik yang dialami oleh Jupe maupun Dewi Perssik.

"Kalau dia ada bekasnya, saya juga ada bekasnya lah. Kan saya sudah bilang, ini adegan, bukan secara sengaja. Bekas yang ada di saya, ada nih di dengkul, dada, bahu. Ya pokoknya semuanya lah. Kan kita melakukannya itu adegan. Adegannya saat itu lagi tarik-tarikan. Jadi wajarlah kalau ada bekasnya," ungkap Julia Perez menerangkan.

Namun, lanjut Jupe, walaupun dirinya mengalami luka akibat 'adegan' tersebut, Jupe mengaku tidak akan bersikap manja seperti Dewi Perssik yang melaporkan kasus tersebut ke polisi. Dirinya akan tetap profesional, dan tidak mau dianggap sekedar mencari sensasi agar film yang dibintanginya bisa dikenal.

Kata-kata Jupe tersebut disampaikan seperti menyindir mantan istri Saiful Jamil itu, yang dikabarkan juga sudah menjalani visum untuk kelengkapan laporannya.

"Kalau dia bisa visum, saya juga bisa lah visum. Tapi bagi saya, buat apa. Tidak ada gunanya hanya buang-buang waktu. Yang jelas ini adegan dalam sebuah film. Semua itu ada di scene 16. Saya ada buktinya kok. Tapi saya sih nggak tahu yah kalau dia anggap ini sebuah keseriusan," ungkap Julia Perez.

Semakin jelas kalau 'adegan' itu bukan sekedar akting, setelah Julia Perez mengaku kalau dirinya sudah dilaporkan ke polisi Matraman oleh Dewi Perssik. Keduanya diduga berkelahi di lokasi syuting, yang berlangsung di sebuah hotel di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

"Sudah tahu, saya sudah tahu dilaporkan. Kepolisian di Matraman situ. Buat saya, semua itu bisa dimusyawarahkan kok. Kita kan orang Indonesia. Tidak perlu lah pakai lapor-lapor segala ke polisi," tegasnya.@Kapanlagi.com

Read more > Lagi, Julia Perez - Dewi Perssik Berantem di Lokasi Syuting

Friday, November 5, 2010

Kondisi Gunung Merapi Versi Geolog LIPI & Singapura

Berita Gunung Merapi kembali meletus dini hari tadi, lebih dahsyat dari letusan pertama pada 26 Oktober 2010 lalu. Bahkan, yang terakhir ini mungkin yang terdahsyat dalam kurun waktu 100 tahun terakhir.

Letusan Merapi telah merenggut 69 jiwa. Awan panas menerjang Desa Argomulyo yang jaraknya 18 kilometer dari puncak gunung. Ini kali pertamanya malapetaka terjadi di sana. Sementara, kota Yogyakarta sedang bersiap menghadapi banjir lahar dingin. Status Siaga I diberlakukan.

Apakah Merapi akan berangsur normal atau justru sedang bersiap memuntahkan energi yang lebih besar, belum ada jawaban pasti.

Baru saja ada diskusi antara para geolog Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) tentang kondisi Merapi. Menurut sumber yang dapat dipercaya, ada sejumlah kesimpulan yang ditarik dari diskusi tersebut.

Pertama, letusan Merapi saat ini berbeda dengan letusan sebelumnya sejak tahun 1870-an. Letusan sebelumnya berasal dari magma dangkal, dengan kedalaman sekitar 2 kilometer.

"Sekarang tipe eksplosif karena kelihatannya berasal dari magma yang sangat dalam, 6 sampai 10 kilometer," demikian informasi yang diperoleh VIVAnews, Jumat, 5 November 2010.

Situasi juga jadi makin sulit untuk diprediksi. Salah satu sebabnya: peralatan yang masih berfungsi hanya seismometer. Sementara, alat lainnya seperti alat monitoring deformasi (EDM dan tilt meter), alat pencatat gas, dan alat monitoring visual, rusak. Karena itu, jangankan mengetahui apa yang terjadi dengan Merapi, untuk mengetahui apa saja aktivitas Merapi saat ini, sulit dilakukan.

"Apakah mungkin terjadi letusan yang lebih besar? Jawabannya, data yang ada tidak cukup untuk menjawab hal ini," salah satu geolog mengeluh.

Para geolog was-was karena mereka tidak bisa mengetahui berapa besar kantung magma-dalam dan berapa besar feeding dari bawah atau mantel Merapi. Meski demikian, ada cara lain untuk membantu memprediksi letusan selanjutnya, yakni dengan melihat komposisi kimia dari bahan-bahan yang dimuntahkan.

"Ini yang sedang dilakukan oleh para ahli di Yogyakarta," kata sumber itu.

Read more > Kondisi Gunung Merapi Versi Geolog LIPI & Singapura
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo