Wednesday, August 4, 2010

Universitas Bakrie Siap Jadikan Campus of Technopreuner

Bakrie School of Management (BSM) akhirnya berganti nama menjadi Universitas Bakrie (UB). Dalam peresmiannya, akan dibuka tiga program studi S1 di tahun pertama yaitu Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika dan Sistem Informasi, sekaligus melengkapi dua program studi yang telah tersedia sebelumnya yaitu Ilmu Manajemen dan Ilmu Akuntansi.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D bersama Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, Nirwan Dermawan Bakrie dan SekDikJen Dikti Kemendiknas RI, Harris Iskandar, Ph. D di Kampus UB, Jakarta baru-baru ini.


Sebagai "Campus of Technopreneur", Universitas Bakrie bertujuan menciptakan technopreneur yang berkualitas dan berorientasi pada penggunaan teknologi tepat guna dengan memadukan keahlian berinovasi, manajemen dan semangat wirausaha di dalam setiap program studi dan sistem perkuliahan.

"Kami ingin membekali mahasiswa dengan teori dan praktek dengan memadukan kurikulum berbasis bisnis praktis dan program soft maupun hard internship di berbagai perusahaan termasuk Kelompok Usaha Bakrie sebagai suatu 'teaching-companies'," kata Rektor Universitas Bakrie, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D.

"Kami juga ingin agar lulusan Universitas Bakrie siap menjadi seorang technopreneur yang dapat membuka peluang kerja baru," tambahnya.

Universitas Bakrie sendiri didukung dengan sumber daya yang kuat, kokoh dan kompeten baik dari sisi pengajar maupun fasilitas kampus. Proses pembelajaran yang merupakan inkubator bisnis berbasis teknologi dirancang sebagai upaya mensinergikan teori dan praktek dari berbagai bidang.

Fasilitas yang tersedia di kampus Universitas Bakrie dilengkapi dengan Laboratorium Komputer, Pojok Bursa Efek, Tax Center, perpustakaan online, Online Education Solutions (OES) serta ruang kelas modern dengan peralatan mengajar yang interaktif.

Saat ini Universitas Bakrie sedang dalam proses untuk memperoleh sertifikat ISO 9001, IWA 2 yang diharapkan akan terlaksana pada awal tahun 2011.

Sejumlah beasiswa untuk seluruh program studi juga diberikan oleh Universitas Bakrie sebagai akses bagi pelajar berprestasi untuk mengembangkan potensi diri. Hingga tahun ini Universitas Bakrie telah memiliki lebih dari 600 mahasiswa yang disaring melalui ujian yang diselenggarakan di 49 kota diseluruh Indonesia dimana lebih dari 50% diantaranya adalah penerima beasiswa.

Tahun ini, Universitas Bakrie telah mengalokasikan 220 bangku untuk beasiswa melalui jalur ujian saringan masuk dan jalur penelusuran minat dan kemampuan (PMDK), serta memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk bergabung melalui jalur reguler (non beasiswa).

Yayasan Pendidikan Bakrie (YPB) yang menaungi Universitas Bakrie adalah yayasan yang didirikan oleh keluarga Bakrie dengan fokus kegiatan di bidang pendidikan. "Yayasan Pendidikan Bakrie ingin turut serta aktif dalam pengembangan sains serta bisnis yang mandiri, unggul dan bermartabat, yang tanggap serta kompetitif dalam menghadapi persaingan nasional maupun internasional" jelas Ratna Indira Nirwan Bakrie, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Bakrie.

"Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan daya saing melalui pendidikan berkualitas dan orientasi ke depan yang dapat diakses oleh semua kalangan" imbuhnya lagi.

Berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bakrie (YPB), Universitas Bakrie berdiri pada Oktober 2009 menggantikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bakrie School of Management (BSM) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, No 102/D/0/200.

Kelompok Usaha Bakrie dan berbagai program donasi lainnya yang memiliki kesamaan visi telah mendukung Universitas Bakrie dengan menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 200 calon mahasiswa Indonesia dari 33 propinsi setiap tahunnya sejak 2006. Program beasiswa ini bertujuan untuk menjadikan Universitas Bakrie sebagai komunitas unggulan di Indonesia.
Read more > Universitas Bakrie Siap Jadikan Campus of Technopreuner

Tuesday, August 3, 2010

Tahukah Anda, Tanda-Tanda Jika Orang Ingin Bunuh Diri !

Bunuh diri, pemikiran untuk bunuh diri atau percobaan bunuh diri biasanya disertai dengan gangguan kesehatan mental atau sedang depresi. Kenali tanda-tanda orang yang bisa nekat melakukan aksi bunuh diri.

Hasil penelitian menemukan bahwa pria banyak meninggal karena bunuh diri. Tapi wanita lebih sering mencoba bunuh diri daripada pria karena secara keseluruhan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi.

Banyak wanita yang menderita kesehatan mental yang serius seperti depresi seringkali merenungkan atau mencoba bunuh diri.

Dikutip dari situs kesehatan mental epigee.org, Selasa (3/7/2010), berikut ini adalah tanda-tanda bunuh diri yang mungkin terjadi:

1. Bicara mengenai kematian: Bicara tentang keinginan menghilang, melompat, menembak diri sendiri atau ungkapan membahayakan diri.

2. Baru saja kehilangan: kematian, perceraian, putus dengan pacar atau kehilangan pekerjaan, semuanya bisa mengarah pada pemikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri.

Kehilangan lainnya yang bisa menandakan bunuh diri termasuk hilangnya keyakinan beragama dan hilangnya ketertarikan pada seseorang atau pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

3. Perubahan kepribadian: seseorang mungkin memperlihatkan tanda-tanda kelelahan, keraguan atau kecemasan yang tidak biasa.

4. Perubahan perilaku: kurangnya konsentrasi dalam bekerja, sekolah atau kegiatan sehari-hari, seperti pekerjaan rumah tangga.

5. Perubahan pola tidur: tidur berlebihan, insomnia dan jenis gangguan tidur lainnya bisa menjadi tanda-tanda dan gejala bunuh diri.

6. Perubahan kebiasaan makan: kehilangan nafsu makan atau bertambahnya nafsu makan. Perubahan lain bisa termasuk penambahan atau penurunan berat badan.

7. Berkurangnya ketertarikan seksual: perubahan seperti ini bisa mencakup impotensi, keterlambatan atau ketidakteraturan menstruasi.

8. Harga diri rendah: gejala bunuh diri ini bisa diperlihatkan melalui emosi seperti malu, minder atau membenci diri sendiri.

9. Ketakutan atau kehilangan kendali: seseorang khawatir akan kehilangan jiwanya dan khawatir membahayakan dirinya atau orang lain.

10. Kurangnya harapan akan masa depan: tanda bunuh diri lainnya adalah seseorang merasa bahwa tidak ada harapan untuk masa depan dan segala hal tidak akan pernah bertambah baik.

Beberapa tanda bunuh diri lainnya meliputi pernah mencoba bunuh diri, memiliki riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, belanja berlebihan, hiperaktivitas, kegelisahan dan kelesuan.

Apa yang harus dilakukan?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala-gejala bunuh diri di atas, segeralah mencari bantuan.

Jika Anda berencana bunuh diri, segera cari bantuan dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Bicara dengan orang yang dikasihi: datangi orang yang Anda cintai dan katakan padanya tentang apa yang Anda alami dan rasakan.

2. Cari bantuan ahli: bicaralah dengan konselor, psikiater, psikolog, terapis, dokter keluarga Anda, atau kunjungi pusat pencegahan bunuh diri dan masa genting: bicara dengan ahli adalah langkah penting untuk pulih.

Ketahuilah bahwa pertolongan ada disana dan jika merasa saat ini mungkin rasanya tidak ada harapan, Anda tidak sendirian dalam perjuangan Anda.

Jika seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda bunuh diri atau telah mempercayai Anda tentang pemikiran bunuh diri mereka, ikutilah satu atau lebih dari langkah-langkah berikut:

1. Jangan pernah bersumpah untuk kerahasiaan teman yang akan bunuh diri
Ketika ada teman, keluarga atau kekasih Anda mengatakan ingin bunuh diri mereka pasti menuntut Anda agar menjaga rahasianya.

Menurut ahli itu justru sikap yang salah, memang teman, keluarga atau kekasih Anda mungkin merasa dikhianati jika Anda menceritakan pada orang lain tentang keinginan untuk bunuh dirinya. Tapi tidak melakukan apapun hanya akan menempatkan hidupnya dalam bahaya. Ceritakan segera pada terapis atau dokter tentang keadaan teman atau Anda tersebut.

2. Ambil tindakan: jauhkan dari segala obat-obatan atau benda berbahaya dari rumah temah Anda, seperti pil, racun, pisau atau senjata api.

3. Berterusteranglah: bicaralah secara terbuka pada teman Anda tentang perilakunya. Jangan menghakimi atau menceramahinya. Jika teman Anda mempercayai Anda, berpura-pura terkejut pada keingininannya melakukan bunuh diri hanya akan menyebabkan pengasingan yang lebih baginya.@DetikHealth

Read more > Tahukah Anda, Tanda-Tanda Jika Orang Ingin Bunuh Diri !
 
 
Copyright © seputar dunia burung
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo